Kebutuhan Minyak Tanah 150% di Atas Kuota
Kamis, 08 Mar 2007 16:15 WIB
Jakarta -
Kebutuhan masyarakat akan minyak tanah sebagai bahan bakar murah masih tinggi. Jika seluruh permintaan itu dipenuhi, maka jumlahnya dapat meningkat 150 persen dari kuota yang diberikan tahun ini sebanyak 9,9 juta kilo liter."Hampir tiap hari BPH Migas menerima surat dari pemda mengenai permintaan penambahan minyak tanah. Jika dipenuhi semua, jumlahnya bisa fantastis, bisa lebih dari 10 juta kl, bahkan belasan kl, bisa jadi 150 persen dari kuota," kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryo, disela-sela seminar tentang Konversi Minyak Tanah ke Elpiji, di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (8/3/2007).Menurut Tubagus, pihaknya akan mengundang kepala dinas di daerah untuk meninjau pendistribusian bahan bakar minyak agar tidak terjadi penggunaan yang berlebih.Oleh karena itu akan diterapkan sistem distribusi tertutup sehingga pembelian tidak bisa dilakukan oleh orang-orang atau pihak yang tidak berhak."Kami melakukan sensus siapa yang berhak mendapatkan minyak tanah bersubsidi. Beberapa daerah sudah diterapkan kartu kendali. Juni diharapkan selesai," ucap Tubagus.Ditambahkan Tubagus, sebenarnya jumlah permintaan tersebut dapat saja dipenuhi seluruhnya. Namun karena bahan bakar ini disubsidi oleh pemerintah, tentunya penambahan jumlah juga akan meningkatkan beban subsidi pemerintah."Kalau dihitung berapa kebutuhannya tanpa memperhitungakan subsidi dan menggunakan harga keekonomiannya, jumlah itu tidak masalah," ungkap Tubagus.Tubagus mengharapkan, dengan adanya program konversi dari minyak tanah ke elpiji akan mengurangi konsumsi minyak tanah hingga di bawah 9 juta kilo liter.
(hdi/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































