Produsen Keramik Minta Kejelasan Pasokan Gas
Kamis, 08 Mar 2007 17:20 WIB
Jakarta - Produsen keramik meminta bantuan pemerintah untuk mendapat kepastian pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). "Seharusnya PGN sudah berkomitmen mensuplai akhir tahun lalu, tapi mundur dan hingga kini belum jelas," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/3/2007). Produsen keramik dari Inggris PT Royal Doulton Indonesia berharap ada kepastian pasokan gas karena perseroan ingin melakukan ekspansi lebih besar dua kali lipat.Perusahaan PMA ini akan meningkatkan produksinya dari 8 juta pieces menjadi 16 juta pieces keramik tahun ini, namun rencana ini terhambat suplai gas.Royal yang memiliki 1.400 karyawan akan memperluas pabriknya yang berlokasi di Jalan Raya Serang, Balaraja, Banten."Lebih dari 1 tahun kami mengalami masalah gas, dan kami telah menghadap Pak Menteri untuk mengperhatikan keluhan kami," kata Presdir Royal, Narinder Arora.Royal melakukan tambahan investasi US$ 20 juta untuk membangun fasilitas produksi. Hasil tambahan produksi akan diekspor ke AS, Kanada, Australia dan Uni Eropa.
(ir/qom)











































