21 Perusahaan Lolos Prakualifikasi Tender PLTU
Jumat, 09 Mar 2007 16:15 WIB
Jakarta - Sebanyak 21 perusahaan lolos tahap pra kualifikasi tender pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2.000 megawatt (MW) di wilayah luar Jawa-Bali.Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari, di gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (9/3/2007).Dari ke-21 perusahaan yang lolos tersebut, sebanyak 13 perusahaan akan membangun PLTU dengan kapasitas 7-25 MW, 6 perusahaan membangun kapasitas 50-65 MW, dan 2 perusahaan akan membangun di atas 100 MW. Ke-21 perusahaan tersebut antara lain PT Tripatra Engineering, PT Wijaya Karya, PT Barata Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Rekayasa Industri, PT Tirta Rekayasa, dan asosiasi perusahaan listrik.Diutarakan Ansari, sesuai arahan Wapres, untuk pembangunan pembangkit dengan kapasitas skala kecil menengah tidak dibiayai dari kredit ekspor, namun harus dibiayai dari dalam negeri."Khusus untuk pembangunan PLTU sampai dengan skala 65 MW, sumber pendanaannya akan disediakan sepenuhnya oleh PLN yang bersumber dari dalam negeri. Untuk pengadaan PLTU skala kecil menengah dengan total kapasitas 2 ribu MW ini, dibutuhkan pendanaan sebesar 2 miliar dolar AS," jelas Ansari.Dengan pembiayaan dari dalam negeri diharapkan penggunaan komponen lokal dalam pembangunan PLTU skala kecil menengah ini akan lebih besar, mencapai di atas 45 persen. Untuk PLTU dengan kapasitas hingga 8 MW penggunaan komponen lokal akan mencapai 70 persen, kapasitas 8 MW sampai 25 MW sebesar 50 persen, dan kapasitas 25 MW sampai 100 MW sebesar 45 persen.Lebih lanjut Ansari menyampaikan, diharapakn pendanaan dalam negeri ini dapat dilakukan oleh perbankan dalam negeri seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI agar bisa mendukung.
(arn/hdi)











































