Hanya 1 Investor yang Cabut dari Batam

Hanya 1 Investor yang Cabut dari Batam

- detikFinance
Sabtu, 10 Mar 2007 00:18 WIB
Jakarta - Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah membantah telah terjadi hengkang besar-besaran investor dari Batam. Meskipun demikian ia membenarkan ada investor yang merelokasikan usahanya keluar dari Indonesia namun jumlahnya hanya satu."Investor hengkang itu dilebih-lebihkan. Padahal hanya ada satu yang hengkang, punya 3.600 karyawan dan sedang proses pembayaran pesangon. Perusahaan itu PT Livatech elektronik Indonesia, perushaan PMA asal Malaysia," kata Ismeth.Ia menyampaikan hal itu saat konferensi pers antara Otorita Batam dengan St Claire Country, Evergreen Airlines dan Cardig International di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/3/2007).Menurut Ismeth, setelah diselidiki penutupan pabrik itu disebabkan murni kalah dalam persaingan usaha bukan karena iklim investasi yang kurang kondusif.Ismeth mengungkapkan, investor yang masuk mencapai 35 perusahaan di Batam, 15 di Bintan dan 35 di Karimun. Ketiga daerah (BBK) terseut merupakan kawasan ekonomi khusus (KEKI). Ia mengakui investor yang masuk ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu."Untuk itu perlu status hukum yang jelas untuk tarik perusahaan besar yang bisa membuat lowongan 10-15 ribu orang. Oleh karena itu BBK butuh payung hukum yg jelas. Dengan begitu bisa lebih kompetitif dibanding Cina dan Vietnam," ungkapnya.Ia menjelaskan, Menko Perekonomian Boediono sebelumnya telah menjanjikan payung hukum KEKI rampung pada bulan Juni. Dalam payung hukum itu memuat fasilitas dan insentif perpajakan dan percepatan perizinan tidak ada lagi yang melalui pemerintah pusat tapi langsung melalui Badan Otorita Batam. (arn/bal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads