Dokumen Tak Jelas
900 Sepeda Ontel Bekas Disita
Sabtu, 10 Mar 2007 13:21 WIB
Jakarta - Sekitar 900 unit sepeda ontel bekas yang diangkut sebuah kapal barang disita pihak Kepolisian Pelabuhan Sunda Kelapa. Sepeda bekas dari Cina dan Jepang itu disita karena tidak memiliki dokumen resmi."Sepeda bekas itu kita amankan dan disita karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah, sesuai UU No 17 tahun 2006 tentang kepabeanan," kata Kapolres KP3 AKBP Angesta Romano Yoyok.Yoyok yang didampingi Kapolsek Sunda Kelapa AKP Ade Rahmat Idnal menyampaikan hal itu saat ditemui detikcom di kantor Polsek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Sabtu (10/3/2007).Dijelaskan Yoyok, penyitaan terhadap 900 sepeda bekas itu berawal dari laporan masyarakat bahwa ada kapal bernama KLM Buana Eka Jaya yang bersandar di dermaga Timur pelabuhan Sunda Kelapa pada 5 Maret 2007 pukul 16.30 WIB.Kecurigaan masyarakat tersebut selanjutnya diselidiki oleh polisi. Dan diketahui ternyata memuat sepeda bekas tanpa dilengkapi dokumen yang sah.Selain disita, menurut Yoyok, ada 7 orang yang diminta keterangan terkait kasus tersebut antara lain Nahkoda Kapal bernama Maksum, 2 sopir truk Ubaidi dan Purwanto, 1 krani darat Subandono, agen pelayaran Haji Mukti, penerima barang Rudi Woem alias Awe serta pemilik barang bernama Sandiko alias Akon. Ketujuh orang ini telah diperiksa oleh sub unit 2 reskrim Polsek Pelabuhan Sunda Kelapa untuk diminta keterangan sebagai saksi penyelidikan lebih lanjut. Ditambahkan Yoyok, dari hasil pemeriksaan terhada Maksum diketahui, kapal itu berangkat dari pelabuhan Sungai Selan, Bangka, Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 3 maret pukul 13.00 WIB."Ia mengaku memang tidak dilengkapi surat resmi tentang barang-barang itu, tapi hanya memiliki manifes kapal. Ia juga tidak tahu berasal dari mana dan merek apa sepeda-sepeda tersebut," jelas Yoyok.Sementara kedua sopir truk mengaku tidak tahu siapa pemiliknya. Namun keduanya mengaku diperintahkan untuk membawa sepeda itu ke sebuah pergudangan di dekat RS Atmajaya, Pluit.Hingga kemarin, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan, namun saat ini belum ada pelaku yang ditahan.
(qom/djo)











































