25 Perusahaan Masukkan Dokumen Tender BBM PLN
Senin, 12 Mar 2007 18:11 WIB
Jakarta - Sebanyak 25 perusahaan memasukkan dokumen prakualifikasi tender pengadaan BBM PLN yang berakhir hari ini. Beberapa perusahaan besar asing ikut bersaing memasok 2,2 juta kiloliter (kl) BBM untuk PLN."Tadi saya cek ada 25, tapi namanya saya lupa," ujar Ketua Panitia Pengadaan BBM PLN Tonny Agus Mulyantono di Kantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (12/3/2007). Beberapa perusahaan besar asing tercatat sebagai peminat pemasok 2,2 juta kiloliter BBM yang ditenderkan. Awalnya volume BBM yang ditenderkan sesuai RUPS adalah 1,1 juta kiloliter untuk tahun ini. Namun menurut Wakil Ketua Panitia Pengadaan BBM PLN Widayanto, karena tahun ini sudah memasuki pertengahan, akan kurang ekonomis jika tetap menender 1,1 juta kl untuk setengah tahun. Akhirnya PLN melelang untuk dua tahun sekaligus, yaitu 2,2 juta kl. Apalagi batas minimum tender adalah satu tahun. "Kita diberi tahu waktu RUPS, untuk 2007 1,1 juta kl.Tapi karena waktunya nggak mungkin, supaya dapat harga kompetitif dan harga murah kita lelang untuk satu tahun atau 12 bulan. Jadi 1,1 juta kl dikali 2 untuk dapat harga murah," ujarnya. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi terhadap dokumen yang diserahkan. Tahap evaluasi ditargetkan selama 3 minggu. Sehingga hasilnya bisa diketahui pada bulan April. Sedangkan pemenang tender bisa diketahui pada akhir April atau awal Mei. Beberapa perusahaan besar yang memasukkan dokumen antara lain:1. PT Elnusa Petrofin, anak perusahaan PT Elnusa, 2. PT Kridya Petra Graha, anak usaha PT Shell Indonesia, 3. PT Sigma Rancang Bangun Persada, 4. PT Petronas Wiraniaga Indonesia,anak perusahaan Petronas, Malaysia 5. PT Aneka Kimia Raya (AKR). Pertamina tidak mengikuti tahap prakualifikasi karena dianggap sudah memenuhi kualifikasi sebagai pemasok BBM PLN selama ini. BBM yang ditenderkan ini akan dipasok untuk lima pembangkit PLN di Jawa. Pembangkit tersebut adalah PLTGU Jawa Grati, PLTGU Gresik, PLTGU Muara Tawar, PLTGU Muara Karang, dan PLTGU Tambak Lorok Semarang. Sedangkan untuk luar Jawa belum masuk hitungan karena masih merupakan pembangkit skala kecil. "Luar jawa belum, mungkin nanti dipertimbangkan," ujarnya.
(lih/qom)











































