Pindah Markas ke Dubai, Halliburton Panen Kecaman

Pindah Markas ke Dubai, Halliburton Panen Kecaman

- detikFinance
Selasa, 13 Mar 2007 13:58 WIB
Washington - Kepindahan Halliburton dari Texas ke Dubai berbuah kecaman. Halliburton yang sudah mendapat berbagai proyek dari pemerintah AS, dituding menghindari pajak."Apakah ini berarti mereka akan berhenti untuk membayar pajak di Amerika," cetus senator Hillary Clinton seperti dikutip dari AFP.Halliburton yang pernah dipimpin Wapres AS Dick Cheney memilih untuk memindahkan markas besarnya ke Dubai itu dalam rangka memperluas bisnisnya di Timur Tengah."Halliburton sudah mendapat banyak kontrak dari pemerintah. Apakah ini akan mempengaruhi investigasi yang sedang berjalan? Karena kami memiliki banyak bukti tentang penyalahgunaan kontrak dari pemerintah dan bagaimana mereka berlaku curang terhadap tentara dan pembayar pajak Amerika," cetus senator Clinton.'Mantan' anak usaha Halliburton, KBR kini sedang dalam investigasi. Penyelidikan itu dilakukan setelah Halliburton mendapat proyek tanpa tender sebesar US$ 2,4 miliar untuk mensuplai tentara AS berkaitan dengan invasi ke Irak tahun 2003 lalu. KBR sendiri telah di-spin off dari Halliburton.KBR pada tahun lalu setuju untuk membayar US$ 8 juta kepada pemerintah AS terkait klaim yang berhubungan dengan kontrak suplai tersebut. Unit Halliburton di Nigeria juga mendapat penyelidikan oleh pemerintah AS baru-baru ini."Ini adalah contoh kerakusan perusahaan dalam tingkat yang paling buruk," cetus senator partai Demokrat Patrick Leahy."Pada saat yang bersamaan, mereka hendak menghindari pajak AS. Saya yakin mereka tidak akan berhenti untuk mengambil keuntungan di AS," tambah Leahy.Jurubicara Halliburton Melissa Norcross menegaskan, pihaknya akan tetap menjalankan bisnisnya di AS dan tidak ada PHK terkait kepindahannya tersebut. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads