Skandal 'Susu Basi' Nyaris Lumpuhkan Perusahaan Jepang
Selasa, 13 Mar 2007 16:47 WIB
Tokyo - Perusahaan kue dan kembang gula terkemuka Jepang, Fujiya harus kini menderita 'sakit' berat setelah terkena skandal 'susu basi'. Skandal tersebut bermula saat Fujiya ditemukan menggunakan susu, krim dan telur basi untuk cream puff dan sejumlah kue-kuenya. Konsumen pun dibuat marah olehnya. Presiden Fujiya pun mengundurkan diri karenanya.Perusahaan berusia 97 tahun ini pun mengumumkan perkiraan angka kerugian hingga 6,7 miliar yen (US$ 57,1 juta) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2007."Berkaitan dengan masalah tersebut, pendapatan kami diperkirakan anjlok hingga 20,7 miliar yen dari perkiraan awal. Hal ini karena outlet kami harus ditutup, sementara jalur pemasaran dibatasi," ujar Fujiya dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Selasa (13/3/2007).Perusahaan yang memiliki maskot "Peko-Chan" ini memperkirakan angka penjualan sebesar 63,3 miliar yen, atau turun dibandingkan perkiraan awal sebsar 85 miliar yen.Fujiya mengumumkan, pihaknya akan menjual kantor pusatnya di Tokyo senilai 13,55 miliar yen, untuk menutup kerugian tersebut. Kantor pusat itu dijual kepada perusahaan real estate yang dimiliki Principal Investment dan afiliasi Citigroup. Akibat skandal tersebut, Fujiya menghentikan sementara operasional lima pabriknya dan 890 toko kue dan restoran. Namun terhitung mulai hari ini, pabrik sudah mulai dibuka kembali. Sementara toko-toko kue Fujiya baru akan dibuka setelah 23 Maret.Pembukaan toko dan pabrik dilakukan setelah adanya dilakukan uji coba atas produk Fujiya oleh otoritas kesehatan Jepang.
(qom/ir)











































