Program 1.000 Tower Rusun Beneran apa Enggak?

Program 1.000 Tower Rusun Beneran apa Enggak?

- detikFinance
Selasa, 13 Mar 2007 18:10 WIB
Jakarta - Program pembangunan 1.000 tower rusun hingga tahun 2009 dipertanyakan kalangan DPR. Menteri Perumaham Rakyat diminta memperhitungkan kembali kemampuan pembangunan rusun.Sikap pesimistis terhadap pembangunan 1.000 tower rusun dipertanyakan oleh anggota Komisi V dalam rapat kerja dengan jajaran Menteri Perumahan Rakyat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2007). "Kita, kawan-kawan DPR risau. Ini 1.000 tower sampai 2009 beneran bisa atau tidak? Karena 1.000 tower itu jumlah yang banyak, lho," ujar Ketua Komisi V H Akhmad Muqowam dari Fraksi Partai Golkar. Hal senada disampaikan anggota Komisi V Mirwan Amir dari Fraksi Partai Demokrat. "Ini 1.000 tower apa sudah benar-benar dihitung? Jangan-jangan hanya untuk menyenangkan Presiden saja tapi kesiapan Kementerian tidak ada?! Harusnya Menteri memberikan hitungan yang benar," ketusnya.Menanggapi desakan tersebut, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari akhirnya bersedia untuk mengkaji ulang proyek tersebut. "Kalau memang harus dihitung ulang, kami juga tidak keberatan, kita bisa saja. Semoga bisa bermanfaat untuk proyek ini," harapnya.Yusuf beralasan, percepatan program ini menjadi 2009 adalah keinginan Wapres Jusuf Kalla. Padahal awalnya program ini dipersiapkan untuk diselesaikan dalam lima tahun, yaitu 2011. "Awalnya 1.000 tower itu untuk lima tahun. Tapi kata Jusuf Kalla itu terlalu lama, beliau minta 3 tahun menjadi 2009. Saya sih kalau bisa ya Alhamdulillah," ujarnya. Hingga saat ini pembangunan 1.000 tower Rusun masih terhambat beberapa kendala. Diantaranya adalah sulitnya mencari lahan kosong, pasokan listrik yang belum mendapat kejelasan dari PLN, hingga pasokan air bersih. Menurut Deputi Perumahan Menpera Zulfi Syarif Koto, pada 2007 ini ditargetkan 131 tower dengan 38.408 unit rumah terbangun. Namun hingga kini proses konstruksi belum dimulai. Yusuf Asy'ari menambahkan rencananya akhir bulan ini konstruksi sudah bisa mulai dilakukan. Dan target pembangunan tahun ini akan diselesaikan secara bertahap. (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads