Pembeli Rusun akan Diverifikasi

Agar Tak Salah Sasaran

Pembeli Rusun akan Diverifikasi

- detikFinance
Rabu, 14 Mar 2007 15:31 WIB
Jakarta - Pemerintah akan membangun 1.000 tower rusun, dengan harga yang bervariasi mulai Rp 75 juta hingga Rp 144 juta. Namun terhadap pembeli rusun akan dilakukan verifikasi.Menurut Sekretaris Menneg Perumahan Rakyat Noer Soetrisno usai rakor di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/3/2007), verifikasi itu dimaksudkan untuk menghindari kepemilikan rusun yang salah sasaran."Nanti pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap siapa calon penerimanya, tepat sasarannya," ujarnya.Pembangunan rusun akan dicanangkan di Jakarta pada akhir Maret ini. Rencananya, rusun akan dibangun di 10 kota besar di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk di atas 1,5 juta orang seperti Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, dan Makassar.Untuk harga rusun, Noer menjelaskan, rusun tipe 21 akan dijual dibawah Rp 75 juta per unit, sementara untuk tipe 36 maksimal harganya Rp 144 juta per unit. Tipe 21 dijual untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tipe 36 untuk kalangan menengah ke bawah."Jadi misalkan, orang yang membeli rumah KPR. Kalau harga sekarang Rp 49 juta, kalau dibandingkan kalau di harus beli di Tangerang atau Bekasi itu kan memilih di sini. Pilihannya kan jadi ada," ujarnya.Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Menko Perekenomian (Permenko) Nomor 1 Tahun 2007 mengatur tentang organisasi dan tata kerja tim percepatan pembangunan rusun termasuk mekanisme kerja pembentukan tim kerja di daerah.Noer mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu tower yang memiliki 20 lantai, membutuhkan dana sekitra Rp 70 miliar.Rusun ini akan ditempatkan di daerah strategis sehingga masyarakat bisa menghemat ongkos transportasi ke tempat kerja. Setahun masyarakat harus mengeluarkan sekitar Rp 12,1 triliun untuk ongkos transportasi."Itu lah kira-kira penghematannya. Itu belum memperhitungkan peningkatan produktifitas, kemudian semoga harapan hidupnya bertambah," ujarnya.Pembangunan rusun di Indonesia, menurut Noer, mendapat respons yang cukup besar baik dari pengembang lokal maupun asing. "Sekarang sudah banyak pengembang yang berminat. Dari luar negeri juga banyak yang berniat masuk. Itu saja indikatornya. Setelah konsultasi dengan DPR, ternyata banyak peminat," ujarnya.Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI sebelumnya mengungkapkan, sejumlah perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk membangun rusun adalah: PT Primaland Internusa Development, PT Eden Capital Indonesia, PT Encop Berhard dari Malaysia, PT United Horizon dari Arab Saudi, PT Pulau Intan, PAM Group, Gapura Prima Group, PT Bina Kualita Teknik. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads