Pemenang Tender Kompor Digugat

Pemenang Tender Kompor Digugat

- detikFinance
Rabu, 14 Mar 2007 19:07 WIB
Jakarta - Tender kompor gas makin kisruh, bahkan kasusnya akan masuk ke jalur hukum. Asosiasi kompor gas menuding pemenang tender kompor gas elpiji yakni PT Sumber Rahayu Prima (SRP) hanyalah perusahaan broker.Bahkan pada tender kompor gas tahap satu SRP belum memiliki izin industri. Puluhan peserta tender yang gagal inipun dengan lesu pun curhat ke Departemen perindustrian. "PT SRP tidak punya izin industri, terbukti pada tender kompor gas tahap I gugur di administrasi teknis. Tapi dalam waktu 9 hari ketika tender tahap II dimulai, dia sudah punya izin dari Disperindag Jabar. Lokasi perusahaanitu juga pindah-pindah, saya punya buktinya," ungkap Ketua Umum Gabungan elektronik (Gabel) divisi kompor gas Triantoni.Ia menyampaikan hal itu usai curhat kepada Direktur industri logam I Gusti Putu Suryawirawan di Departemen perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/3/2007). Triantono menilai penentuan pemenang tender kompor gas elpiji kali ini banyak kejanggalan dalam penentuan pemenang. "Pokoknya aturan A sampai Z dilanggar semua dalam penentuan pemenang ini," cetusnya.Beberapa perusahaan mitra SRP, lanjut Triantono, bahkan mengaku sama sekali tak ada kontrak dengan pemenang tender tersebut."Perusahaan itu bahkan meminta kami mensuplai produk untuk memenuhi kebutuhan tender dan dari pihak panitia mengatakan apabila kita tak mau berarti kita tidak mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji," tambah Triantoni.Seluruh perusahaan peserta tender kompor gas elpiji ini mengaku akan membawa masalah ini ke KPPU dan KPK terkait adanya indikasi persengkokolan antara panitia tender dengan pemenang tender. "Sanggahan banding kami sudah kami kirimkan tapi belum ada jawaban tetapi kenapa sudah ada penentuan pemenang tender," kata Triantoni yang juga meminta kemenangan SRP dibatalkan.Sementara Direktur Industri logam I Gusti Putu Suryawirawan, yang selama ini menjadi pembina mereka mengaku cukup heran dengan penetuan pemenang ini. "Kami ditugasi Wapres siapkan industri dalam negeri untuk program ini. Dengan kerja keras selama 6 bulan kita membina dengan berkali-kali rapat dan meyakinkan mereka bahwa program ini riil setelah sebelumnya mereka dikecewakan dengan tidak berlanjutnya program kompor briket," ungkap Putu. Ia mengaku sejak awal sudah mencium adanya upaya tidak sehat dalam pengadaan kompor gas ini. Salah satunya adalah terkait berubah-ubahnya tungku kompor gas. Dengan kemenangan SRP yang notabene bukan binaannya, Putu mengaku merasa dipermainkan. "Ini tidak ada jaminan kompetensi perusahaan. Itu kalian pikirkan bagaimana perasaan kami," keluhnya. (arn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads