RI Sulit Capai Defisit 0%

Menkeu Sri Mulyani:

RI Sulit Capai Defisit 0%

- detikFinance
Kamis, 15 Mar 2007 11:41 WIB
Jakarta - Keseimbangan fiskal atau defisit anggaran sebesar nol persen sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pada tahun 2008 sulit tercapai. Banyak faktor yang mengharuskan pemerintah merogoh dalam-dalam koceknya.Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, kebutuhan anggaran Indonesia yang cukup besar dikarenakan perekonomian belum tumbuh dan angka pengangguran yang masih tinggi."Kebutuhan untuk mengurangi angka kemiskinan masih besar. Berbagai agenda development memang masih sangat meminta perhatian, termasuk bencana. Hal ini menyebabkan fiskal kita tidak akan mungkin balance, karena akan lebih kontraproduktif," jelas Sri Mulyani.Ia menyampaikan hal itu dalam semiloka bertema 'Sektor riil di Indonesia, dimanakah peran serta sektor keuangan?' di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/3/2007). Ditambahkan Sri Mulyani, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada tahun 2007, maka investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 989 triliun. Dari kebutuhan dana itu, sebesar 30 persen diantaranya berasal dari pengeluaran pemerintah, BUMN dan kerjasama public private partnerships. Sebanyak 60 persen harus disediakan oleh perbankan, dan sisanya dari Penanaman Modal Asing, pasar modal dan IPO. Untuk mencapai pertumbuhan 6,3 persen itu, dibutuhkan pertumbuhan investasi sebesar 12,3 persen. Dan diharapkan investasi itu akan masuk ke sektor manufaktur karena sektor ini dapat menghasilkan banyak pekerjaan sehingga bisa mengurangi kemiskinan. Sri Mulyani menjelaskan, pada dua tahun terakhir, sektor manufaktur pertumbuhannya sangat rendah yakni sebesar 4,6 persen pada tahun 2005. Dan pada tahun 2006 tumbuh 4,7 persen. "Ini sangat rendah. Sebelum krisis, sektor manufaktur tumbuh 9 persen. Kalau ingin pertumbuhan ekonominya 6 persen, maka sektor manufaktur harus tumbuh di atas 7 persen. Kita inginnya 7,2 persen," jelasnya.Karena perekonomian yang belum tumbuh dan angka pengangguran terlalu tinggi, maka rencana pemerintah untuk bisa menyeimbangkan anggaran pada tahun 2008 sesuai RPJM tidak akan tercapai. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads