Renault dan Citroen Comeback!
Jumat, 16 Mar 2007 18:23 WIB
Jakarta - Pasar otomotif Indonesia kembali dilirik oleh dua prinsipal otomotif Perancis, Citroen dan Renault yang dulu pernah memasarkan produknya disini. Bahkan keduanya berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat distribusinya dengan membangun pabrik.Pasar yang akan dijajaki keduanya adalah sedan dan mobil serbaguna atau multipurpose van (MPV). "Renault dan Citroen berencana menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat distribusinya. Dahulu, Citroen pernah dikembangkan oleh PT Alun hampir lebih 10 tahun, nah sekarang akan mulai lagi tapi dengan agen berbeda," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Fahmi Idris di Departemen perindustrian, Jakarta, Jumat (16/3/2007). "Pemerintah menganjurkan bagi prinsipal otomotif yang ingin kembali tapi bermasalah dengan mitra dulu, maka carilah mitra baru. Ini yang terjadi dengan Citroen, akan memulai kembali," ungkap Fahmi. Menurut Fahmi, kedua prinsipal otomotif Perancis itu menjajaki pasar dalam negeri karena potensi domestik yang besar. Penjajakan kedua prinsipal ini cukup serius untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat distribusinya. "Pasar sedan kecil dan MPV di dalam negeri tumbuh pesat, meski penjualan mobil secara umum melemah," ujarnya. Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Deperin Budi Dharmadi menambahkan, kemungkinan besar kedua prinsipal otomotif Perancis itu akan menjajaki pasar dalam negeri dengan impor kendaraan utuh atau completely built up (CBU). "Tapi, pemerintah akan mendorong mereka bangun pabrik perakitan di sini. Biasanya mereka melakukan test market selama enam bulan sampai satu tahun. Prinsipal otomotif yang tidak melakukan test market itu hanya Cherry QQ dari Cina. Sekarang Cherry QQ mengekspor produknya ke kawasan ASEAN," jelas Budi.Sementara Renault, menurut Budi, baru melakukan penjajakan dan belum ada komitmen untuk investasi. "Mereka sekarang lagi tes market," tambah Budi.
(arn/qom)











































