Dewan Pengawas & Direksi Bulog Dipanggil Pukul 12.00 WIB
Rabu, 21 Mar 2007 11:00 WIB
Jakarta - Pemerintah akan memanggil Dewan Pengawas dan Direksi Bulog pada Rabu (21/3/2007) siang, terkait pergantian jajaran direksi Bulog. Namun pemanggilan tidak dalam rangka RUPS, melainkan hanya rapat bersama."(Bulog) ini kan perum. Yang namanya perum nggak ada RUPS. Biasanya rapat pembahasan bersama yang dilakukan. Secara hukum tidak ada rapat karena pemegang saham adalah pemerintah," ujar Sekretaris Menneg BUMN Said Didu dikantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (21/3/2007).Rencananya, Dewan Pengawas Bulog akan dipanggil pada pukul 12.00 WIB, sementara Direksi akan dipanggil pada pukul 13.30 WIB. "Lalu setelah itu baru kita lakukan rapat bersama," ungkapnya.Pada Selasa, 20 Maret kemarin, Menneg BUMN Sugiharto mengatakan, pemerintah sebagai pemilik saham Bulog akan segera menggelar RUPS untuk mengganti direksi Bulog. Sementara pelantikan rencananya akan digelar sore ini.Said menambahkan, Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo yang kini menjadi tersangka sudah dipanggil untuk melakukan pembelaan. "Tapi secara teknis tidak mungkin. Demikian juga dengan pak Tito Pranolo sudah kita panggil, dan direksi juga sudah kita panggil," jelasnya. Namun Said mengaku tidak tahu mengenai teknis mekanisme pembelaan mengingat Widjanarko dan Tito kini sudah mendekam di LP Cipinang. Yang pasti, tegasnya, pemerintah berharap Bulog tidak mengalami kekosongan kepemimpinan. "Pokoknya untuk Perum ini jangan sampai ada kekosongan apalagi Bulog, karena itu akan mengganggu stabilitas harga beras," jelasnya. Mengenai calon-calon Direksi Bulog, Said mengungkapkan, Tim Penilai Akhir (TPA) sudah memutuskan satu-satu untuk masing-masing posisi. Pemerintah juga tidak menunjuk caretaker, karena sesuai UU, pemerintah bisa mengganti direksi kapan saja.Mustafa Abu Bakar jadi pengganti Widjanarko? "Ya, ada nama-nama lain lah," cetusnya.
(qom/ir)











































