Pemerintah Teken Kontrak Energi Senilai US$ 6,2 Miliar
Rabu, 21 Mar 2007 12:16 WIB
Subang - Pemerintah pada Rabu (21/3/2007) menandatangani puluhan kontrak bidang energi di Subang, Jawa Barat dengan total investasi mencapai US$ 6,174 miliar. Sementara nilai penerimaan kontrak US$ 1,614 miliar.Penandatanganan meliputi peresmian 7 proyek sektor migas senilai US$ 1,364 miliar, 9 kontrak pemenang wilayah kerja eksplorasi migas senilai US$ 411,069 juta. Di sektor listrik ada penandatanganan 14 pembangkit listrik di luar Jawa senilai US$ 1.096,6 juta, 5 epc pembangunan PLTU untuk program 10.000 MW senilai US$ 3,022 miliar, dan 5 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan baik tenaga air mini, mikro, dan geothermal juga untuk luar Jawa senilai US$ 44,2 juta.Di bidang Panas Bumi mencakup penandatanganan 4 amandemen PKP2B (Perjanjian Kontrak Pengolahan Pertambangan Batubara) senilai US$ 235,7 juta. Pada kesempatan ini ditandatangani juga 7 perjanjian jual beli gas yang semuanya untuk domestik. 2 perjanjian untuk pasokan gas PLN, 1 untuk pasokan gas swasta, dan 4 untuk pasokan pabrik pupuk. 7 perjanjian ini senilai dengan US$ 1.614 miliar. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyebutkan dalam sambutannya bahwa pihaknya optimis dapat meningkatkan investasi di sektor energi melampaui dua tahun sebelumnya. "Sejak bulan Januari hingga Maret komitmen investasi sektor energi sudah mencapai US$ 19, 4 miliar. Kami optimis investasi pada akhir 2007 bisa meningkat dan melampaui tahun-tahun sebelumnya," ujarnya. Pada tahun 2005 sektor ESDM bisa meraup US$ 12,1 miliar dan meningkat menjadi US$ 14,3 miliar. Selain meraup US$ 6,2 miliar, proyek-proyek yang ditandtangani hari ini juga diperkirakan dapat menyerap 26 ribu pekerja.
(lih/qom)











































