Direktur TI Bulog Dikosongkan

Direktur TI Bulog Dikosongkan

- detikFinance
Rabu, 21 Mar 2007 18:28 WIB
Jakarta - Pemerintah untuk sementara mengosongkan posisi Direktur Pengembangan Teknologi Informasi (TI) Perum Bulog. Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Tito Pranolo, yang kini menjadi penghuni LP Cipinang setelah menjadi tersangka kasus impor sapi fiktif.Dalam pelantikan jajaran direksi dan dewan pengawas Bulog yang dilakukan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (21/3/2007) petang ini, nama direksi TI Bulog yang baru tidak disebutkan. Belum ada penjelasan dari pemerintah selaku pemegang saham terkait dikosongkannya bekas 'kursi' Tito Pranolo itu.Namun menurut sumber detikFinance, semula pemerintah akan menunjuk Ticke Sukraina. Namun Ticke mendapat penolakan dari Serikat Pekerja karena dianggap tidak loyal.Ticke dianggap pernah 'berkhianat' karena setelah disekolahkan oleh Bulog ke luar negeri, Ticke lantas malah memilih keluar.Aksi demo pun sempat digelar oleh Serikat Pekerja Bulog, meski Ticke belum resmi dilantik sebagai direktur TI Bulog. Dalam demonya, para karyawan membentangkan spanduk yang antara lain bertuliskan 'Tolak calon pejabat Bulog yang beristri lebih dari 1', 'Tolak Ticke sekarang juga', 'Ticke mana loyalitasmu?', 'Ticke sang kutu loncat', 'Kami sebagai karyawan Bulog tolak Ticke sebagai direksi'.Para karyawan Bulog juga telah mengajukan surat resmi penolakan yang ditandatangani perwakilan Serikat Karyawan Korpri dan BUMN. Surat itu dilayangkan kepada Menneg BUMN. Dalam surat itu, mereka juga mengusulkan 8 nama direksi Bulog lainnya yang pantas menjabat direktur TI Bulog.8 orang itu adalah Staf Ahli Bidang Operasional Abdul Waris Patiwirih, Staf Ahli Bidang Penyaluran Anton Wiryanto, Kepala Divisi Anggaran Setyadarma, Kepala Divisi Akuntansi Setiabudi, Kepala Divisi Industri P Suwarno, Kepala Pengawasan Internal Miftah Taufik, Kepala Divisi TI Gunawan, dan Kepala Divisi NTB Haris Syahdan.Jika direksi masih tetap mengangkat Ticke, maka karyawan mengancam akan melakukan aksi demonstrasi sampai Ticke mengundurkan diri. Bahkan SP BUMN akan berkoordinasi dengan Serikat BUMN untuk mendemo Menneg BUMN Sugiharto. Aksi karyawan ini tidak dijaga aparat keamanan, karena aksi dilakukan dengan tertib dan tidak memacetkan lalu lintas. (qom/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads