Soal Subsidi Pertanian, Uni Eropa Melunak

Soal Subsidi Pertanian, Uni Eropa Melunak

- detikFinance
Rabu, 21 Mar 2007 18:34 WIB
Jakarta - Masalah subsidi pertanian oleh negara maju selalu diprotes oleh negara berkembang. Namun Uni Eropa sudah melunak, Uni Eropa memberi sinyal untuk memotong tarif hingga 50 persen.Hal tersebut disampaikan Ketua G-33 yang juga Menteri Perdagangan Indonesia Mari E Pangestu dalam jumpa pers di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Rabu (22/3/2007)."Uni Eropa telah mengindikasikan untuk melakukan tariff cut dari yang semula 39 persen ke arah 50 persen. Itu yang kita harapkan tariff cut agriculture negara maju rata-rata 54 persen," ujarnya.Selain Uni Eropa, AS juga memberi sinyal akan menurunkan penurunan subsidi pertaniannya. Dengan adanya kepastian penurunan subsidi dari negara G4 (AS, Uni Eropa, India dan Brazil) maka G-33 baru bisa menghitung berapa penurunan yang akan ditawarkan agar tercipta pasar yang adil. "Berarti kita bisa bersaing. Negara maju itu punya dana banyak untuk mensubsidi petani mereka bahkan ekspornya pun disubsidi sehingga kita tidak bisa bersaing," tambah Mari.RI masih akan mempertahankan 4 komoditas sebagai produk khusus atau special product yang dilindungi dari liberalisasi, yakni beras, gula, jagung dan kedelai.Sementara itu Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan dengan hasil pertemuan ini daya tawar akan semakin kuat, posisi negosiasi akan lebih kuat."Sehingga kita punya modal untuk bernegosiasi denagn negara maju untuk menerapkan konsep special product maupun special safeguard mechanism. (arn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads