Bulog Direorganisasi, Direktur TI Dikosongkan Sementara
Kamis, 22 Mar 2007 13:02 WIB
Jakarta -
Perum Bulog akan direorganisasi. Terkait hal itu, maka posisi Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi (TI) Bulog yang sebelumnya diisi Tito Pranolo untuk sementara dikosongkan.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu usai peluncuran Kerangka Indonesia 2030 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/3/2007). "Bulog kan mau dilakukan reorganisasi. Karena akan dilakukan dalam waktu dekat, mending posisinya itu dikosongkan saja dulu," ujar Said.Dalam pelantikan jajaran direksi dan Dewan Pengawas Bulog pada Rabu, 21 Maret kemarin, nama Direktur TI Bulog tidak ada. Padahal posisi tersebut kosong setelah Tito Pranolo dijebloskan ke LP Cipinang karena menjadi tersangka dalam kasus impor sapi.Nama Ticke Sukraina sempat muncul. Namun belum disahkan, Ticke mendapat penolakan dari Serikat Pekerja karena dianggap tidak loyal. Serikat Pekerja Bulog bahkan sempat menggelar demo menolak Ticke.Said menegaskan, tidak jadi masuknya nama Ticke bukan karena penolakan. "Saat rapat memang masih ada hal-hal yang perlu klarifikasi. Pejabat lama diberhentikan, dan yang baru belum jadi diduduki. Jadi kursinya dikosongkan sementara," jelasnya. Sampai kapan? "Posisi itu kan untuk pengembangan IT, jadi bukan sesuatu yang harus buru-buru. Nanti untuk sementara boleh dirangkap direksi lain," ungkap Said.Di tempat terpisah, Dirut Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, masalah Direktur TI Bulog belum diputuskan. Rencananya, direksi, Dewan Pengawas dan karyawan Bulog akan menggelar rapat pada sore ini untuk mengambil keputusan terkait hal itu.
(qom/ddn)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































