Panen Raya Mundur Hambat Target Produksi Beras 2 juta ton
Kamis, 22 Mar 2007 14:56 WIB
Jakarta -
Masa panen padi yang mundur hingga bulan Maret diyakini akan menghambat pencapaian target penambahan produksi beras 2 juta ton tahun ini."Insya Allah itu bisa, tetapi harus meningkatkan teknologi. Target itu bukan tidak realistis, tapi waktunya sempit, andaikata panen itu dimulai Januari mungkin bisa terpenuhi," ujar Rektor Institut Pertanian Bogor Ahmad Anshori Mattjik usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/3/2007).Kedatangan Ahmad menemui Wapres dalam rangka mengundang Wapres Jusuf Kalla sebagai pembicara dalam seminar yang akan diadakan IPB pada bulan April.Sementara itu mengenai status Bulog, IPB menginginkan agar Bulog dikembalikan kepada fungsi awalnya sebagai penyangga stok pangan dalam negeri."Sebaiknya dikembalikan sebagai fungsi buffer, tidak untuk mencari keuntungan. Karena dia berdagang maka cari keuntungan. Kalau menjadi buffer, Bulog bisa berperan, ketika stok beras berkurang mereka yang memasukkan beras, kalau stok berlebih Bulog bisa membeli dari petani," jelasnya.Diangkatnya Mustafa Abubakar yang notabene lulusan IPB, menurut Ahmad, hal itu tidak akan menjadi beban bagi IPB. "Itu amanah kepada lulusan IPB, Insya Allah dia bisa mengerjakan dengan baik," ujarnya.
(ddn/qom)










































