PLN Butuh BBM 8,5 Juta KL

Tahun 2006

PLN Butuh BBM 8,5 Juta KL

- detikFinance
Kamis, 22 Mar 2007 14:59 WIB
Jakarta - Kebutuhan BBM untuk pembangkit listrik PLN pada tahun 2007 bakal lebih besar dari perkiraan. Baru memasuki bulan ketiga 2007, PLN harus menambah sekitar 900 ribu kiloliter. Awalnya tahun ini penggunaan BBM akan ditekan hingga 7,5 juta kiloliter dari penggunaan tahun 2006 sebesar 10 juta kiloliter. Namun gara-gara pasokan batubara untuk PLTU Tanjung Jati B sempat terhambat beberapa waktu lalu, PLN harus menggantinya dengan BBM. Volume BBM yang ditambah mencapai 800-900 ribu kiloliter sehingga kebutuhan tahun ini mencapai hampir 8,5 juta kiloliter. Pasokan batubara untuk PLTU Tanjung Jati B sempat terhambat karena ombak yang terlalu tinggi sehingga kapal pengangkut tidak bisa mendarat. Hal ini disampaikan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim usai mengisi Seminar Mekanisme Pengadaan Pembangkit Listrik di Kantor Departemen ESDM hari ini Kamis (22/3/2007). "Setiap tahun mestinya 10 juta kiloliter BBM. Sekarang ini mestinya 7,5 juta kiloliter pada 2007. Tapi kemarin ada gangguan batubara, mungkin akan naik tambah 800-900 ribu kiloliter lagi. Jadi 8,5 lah tahun ini," ujarnya Ali menambahkan, total dana yang dialokasikan mencapai Rp. 38-40 triliun. Dari kebutuhan 8,5 juta kiloliter itu, 3 juta kiloliternya terdiri dari MFO (Marine Fuel Oil). Selain itu, lanjut Ali, penggunaan BBM untuk pembangkit pada 2010 nanti ditargetkan hanya 3% dari total bahan bakar. Persentase yang paling besar adalah batubara, yaitu sekitar 60%. Disusul gas dan air sebesar 10%, kemudian panas bumi sebesar 5%. Sisanya bahan bakar yang lain. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads