5 Kontrak PLTU Diteken April

Untuk Crash Program

5 Kontrak PLTU Diteken April

- detikFinance
Jumat, 23 Mar 2007 12:58 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) akan menandatangani kontrak pembangunan 5 PLTU terkait crash program 10.000 megawatt pada April mendatang. Kelima PLTU yang akan ditandatangani kontraknya adalah:1. PLTU Teluk Naga, Banten 3x300 MW2. PLTU Pelabuhan Ratu, Jabar 3x300 MW3. PLTU Jepara, Jateng 2x300 MW4. PLTU Pacitan, Jatim 2x300 MW5. PLTU Awar-awar, Jatim 2x300 MWPLN sebelumnya juga telah menandatangani 5 kontrak PLTU, yakni:1. PLTU Suralaya, Banteng dengan kapasitas 1x600 MW2. PLTU Labuan, Banten dengan kapasitas 2x300 megawatt3. PLTU Indramayu, Jabar dengan kapasitas 3x300 MW4. PLTU Paiton, Jatim dengan kapasitas 1x600 MW5. PLTU Rembang, Jateng dengan kapasitaas 2x300 MWSementara untuk diluar pulau Jawa, ada 25 lokasi PLTU yang sedang dalam proses tender dengan kapasitas 7 MW sampai 200 MW, yang kontraknya akan diteken pada Juni 2007.Pembangunannya juga akan dilakukan melalui dua tahap yakni pertama dengan jangka waktu 30 bulan, total kapasitas 1.600 MW, Juli 2007 dan tahap kedua, jangka waktu 24 bulan dengan total 940 MW.Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono usai mengikuti rapat tim percepatan pembangunan listrik di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (23/3/2007).Rapat juga dihadiri Menko Perkonomian Boediono, Menteri ESDM Purnomo, Menneg BUMN Sugiharto, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimayu dan Ketua Tim Pelaksana Harian Proyek Percepatan Pembangkit Listrik 10 Ribu MW Yogo Pratomo."Nuansa dari rapat tadi, muncul optimisme yang kuat proyek 10.000 megawatt ini dapat berjalan," jelas Eddie.Total pembangunan PLTU tersebut akan menghabiskan total dana Rp 160 triliun yang akan selesai dalam 3 tahun kedepan. "Itu termasuk pembangunan transmisi dan distribusi," tambahnya.Mengenai kontrak listrik yang sudah diteken di Subang, Jabar pada Rabu (21/3/2007) lalu, dari total kapasitas 4.800 MW, PLN kebagian 3.300 MW dan sisanya akan dikerjakan oleh swasta. Saat ini minat investor swasta meningkat dengan berbagai proyek. "Sampai hari ini kita sudah memroses 90 aplikasi listrik swasta dengan total kapasitas 20 ribu megawatt. Ini peluang besar untuk menyelesaikan masalah listrik kita," tambah Eddie.Dalam program konversi BBM ke batubara PLN ini dibutuhkan 25 juta ton batubara setiap tahunnya. Dan PLN sudah memulai kontrak untuk pasokan batubara. Ditambahkan, investasi yang dikeluarkan untuk per kwh sekitar US$ 1.000. "Ini reasonable dibandingkan negara-negara lain karena saat ini banyak negara-negara yang sedang membangun pembangkit listrik akibat krisis BBM," jelas Eddie.Sementara Yogo mengatakan, Wapres Jusuf Kalla berharap proyek 10.000 megawatt ini bisa disosialisasikan secara menyeluruh kepada semua pihak agar masyarakat bisa menikmati dampak positif seperti adanya lapangan kerja. Wapres juga berpesan, untuk pembangkit dengan skala menengah kebawah, memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri. Sedangkan untuk pendanaan diusahakan dari dalam negeri yang akan dikoordinir oleh BNI dan bank-bank lain. Untuk pendanaan yang 10.000 MW, 85 persen dana berasal dari kredit ekspor, sementara 15 persen sisanya dari obligasi PLN. Mengenai penjaminan, saat ini masih dibahas dengan Sinosure. Tim ini berpatokan pada Perpres 86/2006 dan Permenkeu 146 tahun 2006 yang isinya mengenai jaminan pemerintah. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads