Deflasi Tinggalkan Jepang

Deflasi Tinggalkan Jepang

- detikFinance
Jumat, 23 Mar 2007 15:02 WIB
Deflasi Tinggalkan Jepang
Tokyo - Jika negara-negara lain disibukkan dengan inflasi, Jepang justru berjuang melawan deflasi. Namun kini, tanda-tanda deflasi mulai hilang dari Jepang.Salah satu pertanda adalah terus membumbungnya harga tanah di Jepang. Pemerintah Jepang mengumumkan, harga tanah di Jepang terus meroket dan kini mencapai harga tertingginya dalam 16 tahun terakhir.Harga tanah untuk tempat tinggal pada awal tahun 2007 telah naik 0,1 persen secara rata-rata dibandingkan tahun lalu. Sementara harga tanah untuk komersial naik hingga 2,3 persen."Ini menjadi sebuah tonggak bagi perekonomian Jepang keluar dari deflasi, dan terutama sekali baik bagi ekonomi secara keseluruhan," ujar Koichi Haji, kepala ekonom Institut Riset NLI seperti dikutip dari AFP, Jumat (23/3/2007).Jepang sempat mengalami buble properti dengan harga-harga yang melangit di era tahun 1980-an. Namun buble itu berakhir pada kelesuan ekonomi akibat deflasi. Lebih dari satu dekade Jepang terus berjuang untuk melawan deflasi tersebut, antara lain dengan menerapkan kebijakan ekstra longgar dengan suku bunga nol persen."Namun kali ini sama sekali berbeda dengan buble properti yang terjadi di era 1980-an, karena masyarakat telah mengabaikan mitos bahwa harga tanah akan tetap tinggi selamanya," tambahnya.Kenaikan harga tanah cukup bervariasi, dengan Tokyo mencatat kenaikan harga tertinggi. Di ibukota Jepang ini, rata-rata harga tanah untuk hunian naik hingga 8 persen dalam setahun. "Kenaikan harga yang dimulai di Tokyo kini telah menyebar ke kota-kota besar lainnya," ujar Toshihiko Kazama, CEO Mitsubishi Estate.Data terbaru tentang meroketnya harga properti ini kembali memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang akan kembali menaikkan suku bunganya dalam pertemuan mendatang. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads