RI Targetkan Raih Peringkat 75 Untuk Doing Business
Jumat, 23 Mar 2007 17:38 WIB
Jakarta - Laporan Bank Dunia yang menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-135 dari 175 negara dalam hal kemudahan memulai usaha baru ternyata membuat pemerintah 'panas'.Pemerintah bertekad meningkatkan peringkat kemudahan berusaha minimal menjadi urutan 75 pada tahun depan.Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai rapat terbatas di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (23/3/2007)."Artinya kesulitan berusaha di Indonesia saat ini masih di atas rata-rata sulitnya, kita targetkan turun menjadi peringkat 75 paling sedikit," ujar Kalla.Rapat terbatas juga dihadiri Menko Perekonomian Boediono, Mendag Mari E Pangestu, Menkeu Sri Mulyani, Menperin Fahmi Idris, MenPAN Taufik Effendi, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Kepala BKPM M Lutfi.Menurut laporan Bank Dunia yang bertajuk 'Doing Business 2007' posisi Indonesia turun dari peringkat sebelumnya yang berada di posisi 131 pada 'Doing Business 2006'. Namun bukan berarti ada kemunduran dalam hal usaha, melainkan negara-negara lain ternyata bisa maju lebih cepat. Kemajuan pesaing baru seperti Vietnam, India, atau Bangladesh semakin signifikan dibanding dengan Indonesia yang tampak begitu lambat. Untuk mengatasi hal itu itu pemerintah akan membuat tim ad hoc yang diketuai oleh MenPAN dan Kepala BKPM sebagai pelaksananya untuk memperbaiki prosedur pelayanan dalam berinvestasi di Indonesia.Seluruh departemen akan diberi waktu selama 6 bulan untuk menyelesaikan masalah pokok yang selama ini dianggap menghambat kelancaran dunia usaha."Contohnya kita ini masih dibutuhan hampir 100 hari untuk mendirikan perusahaan di Indonesia, kita harus menekan itu menjadi 30 hari," ujarnya.
(ddn/qom)











































