Kembangkan Blok Natuna, Pertamina Incar Partner Beken
Senin, 26 Mar 2007 18:25 WIB
Jakarta - Pertamina berencana membentuk konsorsium dalam pengelolaan Natuna D Alpha. Beberapa perusahaan kelas dunia dan cukup beken sudah berada dalam daftar yang akan digandengnya. Perusahaan tersebut antara lain ExxonMobil, StatOil, Total, dan Shell. Semuanya merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman di laut dalam serta mempunyai teknologi untuk membersihkan CO2 dari gas yang dihasilkan. Hal ini disampaikan Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno disela-sela RDP dengan Komisi VII di gedung DPR hari ini Senin (26/3/2007). "Ada beberapa perusahaan minyak terkemuka. Exxon jelas sudah melakukan kajian banyak, StatOil juga bisa, Shell, Total juga bisa. Sekarang sudah banyak kembangkan teknologi CO2," ujarnya. Pertamina membentuk konsorsium mengingat pengelolaan Blok Natuna D Alpha dianggap terlalu berat jika dilakukan seorang diri. Kandungan CO2 yang tinggi lebih dari 70 persen dalam gas dari lapangan Natuna mengharuskan penggunaan teknologi khusus untuk membersihkannya. Ditambah lagi letak sumber gas yang berada di kedalaman 400-500 meter serta posisi Pulau Natuna yang berada 150 km dari daratan terdekat. Hal-hal tersebut menuntut investasi yang jumlahnya terlalu besar untuk ditanggung Pertamina sendiri. "Pertamina siap. Namun mengelola lapangan itu butuh investasi besar. Dari segi teknis, teknologi dan finansial enggak mungkin Pertamina sendiri," tambah Ari Secara terpisah, President and General Manager Total E&P Indonesie Philipe Armand menyambut baik rencana Pertamina tersebut.Menurut Armand, pihaknya sangat tertarik untuk turut mengelola Blok Natuna, tapi ia hanya akan berpartisipasi jika diundang. "Jika kami diundang, itu akan sangat menarik," ujar Armand saat ditemui di kantornya, Plaza Kuningan.
(lih/qom)











































