SBY: Tunjukkan Departemen Mana yang Persulit Dunia Usaha?
Senin, 26 Mar 2007 21:59 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bosan mendengar tudingan tidak adanya realisasi komitmen pemerintah memperbaiki iklim usaha. Ia menantang dunia usaha untuk buka-bukaan mencari dan menyelesaikan permasalahan.Demikian diungkapkan SBY dalam pidatonya membuka Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2007)."Selama ini dibilang pemerintah tidak mendukung dunia usaha. Pemerintah yang mana? Tunjukkan departemen mana dan pemda mana yang mempersulit. Laporkan. Mari kita buka-bukaan. Kalau nggak, capek tiap tahun kita bicara begini," kata SBY.Presiden menegaskan pemerintah tidak sekadar berbasa-basi memperbaiki iklim usaha. Berbagai upaya konkrit telah dan sedang dilakukan bersama-sama dengan legislatif.Ia menunjukkan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat pemerintah pusat. Termasuk memperbaiki perda-perda yang selama ini menjadi penghalang bagi dunia usaha.Komitmen pemerintah ini didasari pada niat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan itu berarti membutuhkan peran dari dunia usaha.Menurut presiden, dunia usaha juga punya tanggung jawab untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. "Mari kita berbagi tugas dan tanggung jawab agar yang selama ini kita bicarakan dapat dilaksanakan dengan baik," kata presiden.Imbau Suku Bunga BI DiturunkanPresiden kembali menyinggung peran penting dari dunia perbankan untuk menggerakkan perekonomian. Ia mengimbau Bank Indonesia (BI) secara bertahap terus menurunkan suku bunganya. Sehingga sampai pada tingkat yang mampu menggerakkan sektor riil dan usaha kecil menengah dengan cara mengalirkan dananya."Jangan sampai, kita sebenarnya punya dana banyak tapi tidak mengalir kemana-mana. Buat apa? Jangan sampai kita menjadi tikus yang mati di lumbung yang padinya banyak," tandas SBY.
(lh/aba)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































