Kalla 'Kuliti' Intrik Kadin
Selasa, 27 Mar 2007 11:51 WIB
Jakarta - Sebagai mantan Ketua Kadin, Wapres Jusuf Kalla hafal betul intrik-intrik anggota Kadin. Ia juga menyindir gaya hidup para anggota Kadin yang selalu mewah kendati dalam situasi sulit.Kupas tuntas Kalla terhadap sepak terjang Kadin itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Rapimnas Kadin di Jakarta Convention Center, Selasa (27/3/2007)."Saya puluhan kali ikut acara seperti ini, waktu saya jadi anggota Kadin. Jadi hafal betul apa yang dibicarakan, pertama ngeluh terus marah-marah sama pemerintah, isinya kenapa bank tidak mengucurkan kredit, kenapa tidak dikasih proyek. Tapi saya yakin generasi sekarang tidak begitu," cetus Kalla yang disambut tawa para hadirin.Kalla menegaskan, dunia usaha tidak akan ada tanpa kesulitan. "Kalau tidak mau sulit ya jadi juru tulis saja. Tidak perlu generasi sekarang ngeluh, marah-marah. Harus optimis ke depan," tegasnya.Menurut Kalla, suatu negara akan dipandang oleh masyaraka dunia jika berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan Cina dan India yang kini menjadi masyarakat terhormat dunia karena pertumbuhan ekonominya yang cukup pesat. "Dulu siapa yang kenal India? Tapi ketika ekonominya tumbuh 10 persen, India terhormat. Tiap malam ada di CNN," ketusnya. Sementara untuk Indonesia, para pengusahanya cenderung selalu merasa kesulitan. Namun jika mendapat untung, pengusaha itu diam-diam saja. "Akibatnya kita merasa betul menjadi orang miskin. Coba lihat Kadin Cina itu sederhana sekali. Kadin disini kan tidak pernah rapat di Wisma Haji. Sekrisis apapun tetap di hotel bintang lima. Itu ciri kita semua," sindir Kalla.
(qom/ir)










































