Ekonomi Asia Tertekan Lesunya Pertumbuhan Negara Maju
Selasa, 27 Mar 2007 15:23 WIB
Jakarta -
Turunnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara industri maju langsung menekan pertumbuhan ekonomi di negara kawasan Asia.Pasalnya, negara industri seperti AS dan Uni Eropa merupakan pasar ekspor terbesar negara-negara Asia. Bank Pembangunan Asia (ADB) menilai pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia akan menurun menjadi 7,6 persen di tahun 2007 dan 7,7 persen di 2008. Ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kawasan Asia per tahun 2006 yang mencapai 8,3 persen.Hal tersebut disampaikan Country Director ADB untuk Indonesia, Edgar A Cua, dalam jumpa pers di Kantor ADB Indonesia Gedung BRI II, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/3/2007).ADB mencatat Cina dan India masih menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Asia di tahun 2007 dan 2008. Meski pertumbuhannya melambat dibanding 2006, ekonomi Cina akan tumbuh 10 persen di 2007 dan 9,8 persen di 2008. Sementara India akan tumbuh 8 persen di 2007 dan 8,3 persen di 2008."Meski pertumbuhan ekonomi relatif lebih tinggi namun tidak cukup untuk menciptakan lapangan tenaga kerja, karena pengangguran masih menjadi masalah," kata Edgar.Selain pengangguran, lanjut Edgar, ada tiga hal yang menjadi tantangan bagi negara Asia yakni mempertahankan stabilitas makro ekonomi yang sudah dicapai. Kedua, mengembalikan struktur ekonomi dan ketiga, pasar dan kelembagaan.Khusus untuk Indonesia, ADB menilai, tantangan yang dihadapi masih seputar soal investasi. Investasi yang terealisasi terus menurun meski persetujuan investasi meningkat.ADB menyarankan sebaiknya UU ketentuan umum perpajakan, UU Penanaman Modal dan UU Ketenagakerjaan segera disahkan."Ini perlu sehingga investor melihat ada kepastian dalam berinvestasi di Indonesia," kata Edgar.Tantangan investasi yang harus diselesaikan yakni transparansi dalam proyek berskala besar seperti kelistrikan."Contoh konkret India bisa melelang proyek listrik besar dengan biaya 2,7 sen per kwh, tapi di Indonesia harganya masih 4,3 sen dolar per sen," ujar Edgar.Untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, ADB yakin dapat mencapai 6 persen di 2007 dan 6,3 persen di 2008. "Ini tertinggi dalam satu dekade terakhir," cetusnya.
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































