Pemerintah Jamin Tidak Akan Liberalisasi Beras Dan Gula
Selasa, 27 Mar 2007 16:57 WIB
Jakarta - Pemerintah tetap tidak akan melakukan liberalisasi terhadap komoditas beras dan gula. Sebelumnya dikabarkan bahwa pemerintah akan melakukan liberalisasi perberasan dan gula."Kita tetap pada suatu kebijakan, gula dan beras masuk barang dalam pengawasan, jadi impornya diatur," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono, disela-sela Rapimnas Kadin 2007, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2007). Menurut Anton, kebijakan liberalisasi hanya akan menyebabkan harga di tingkat petani menjadi anjlok dan menjadi kehilangan pendapatannya. Padahal ada sebanyak 10 juta rakyat Indonesia yang menjadi petani.Diceritakan Anton, pada tahun 1998 ketika ada kebijakan liberalisasi gula dan beras, saat itu harga komoditas beras dan gula dalam negeri jatuh dan banyak petani yang jatuh miskin. Maka itu dbuat kebijakan untuk memproteksi gula dan beras. "Alhamdulillah sekarang berhasil," ucap Anton.Oleh karena itu pemerintah berusaha mengambil kebijakan yang adil. Tujuannya, agar Konsumen tidak terbebani harga yang terlalu tinggi, dan pedagang juga mendapatkan harga yang pantas."Yang jelas kita tidak akan menganut liberalisasi komoditas strategis itu," tegas Anton.
(hdi/ir)











































