BPS: Ekspor RI Tidak Tenggelam

BPS: Ekspor RI Tidak Tenggelam

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2007 11:02 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melihat potensi ekspor Indonesia masih cukup prospektif dan tidak tenggelam. Ekspor RI juga masih bisa mencapai pertumbuhan 20 persen seperti yang diminta Wapres Jusuf Kalla.Kepala BPS Rusman Heriawan, justru tidak sependapat dengan perkiraan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang mempredikis ekspor RI 2007 hanya tumbuh 10 persen."Kita masih punya pasar yang prospektif sepeti tekstil, walaupun ada masalah internal. Orang mengatakan mau sunset (tenggelam) tapi saya tidak melihat hal itu," ucap Rusman.Hal itu disampaikan Rusman, sebelum mengikuti acara pelantikan pejabat eselon I di lingkungan Bappenas, di Gedung Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2007).Komoditas unggulan seperti teksil, kayu olahan, dan sumber daya alam lainnya, menurut Rusman, harus digenjot untuk memenuhi target tersebut. Untuk ekspor sumber daya alam seperti kayu, Rusman menyarankan sebaiknya yang diekspor merupakan kayu yang sudah diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah."Kita memang punya peluang besar di kayu sepanjang tidak ada barrier (hambatan) untuk tidak mengekspor, karena masalah ecology labelling," saran Rusman.ADB memperkirakan pertumbuhan ekpsor Indonesia hanya akan mencapai 10 persen karena adanya penurunan harga-harga komoditas sumber daya alam dan migas yang selama ini menjadi andalan ekspor Indonesia."Harus kita sikapi karena biar bagaimana pun ekspor itukan pasarnya dunia, sehingga ini perlu kerja keras untuk mencapai target yang dicanangkan pemerintah," urai Rusman.Rusman menambahkan meski ekspor bulan Januari 2007 mengalami penurunan dibanding Desember 2006, itu bukanlah hal yang aneh mengingat biasanya pada Januari ekspor memang selalu rendah. Diperkirakan angka ekspor akan kembali meningkat pada Ferbuari."Januari itu memang low season, tapi sifatnya tidak struktural," jelas Rusman. (hdi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads