Amankan Stok Elpiji, Pertamina Perbesar Tangki Penyimpanan
Rabu, 28 Mar 2007 13:49 WIB
Jakarta - Kelangkaan elpiji yang terjadi saat ini disebabkan karena terbatasnya kapasitas tangki penyimpanan gas Pertamina. Untuk menghindari hal serupa terulang, Pertamina berniat untuk memperbesar tangki penyimpanan.Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, kapasitas penyimpanan gas elpiji Pertamina saat ini hanya 25.000 metrik ton. Kapasitas itu digunakan untuk meng-cover 3.500 metrik ton kebutuhan elpiji per hari, atau hanya sekitar 6 sampai 7 hari kebutuhan nasional. Padahal idealnya penyimpanan elpiji harus cukup untuk 14 hari kebutuhan nasional. Untuk itu, kata Hanung, Pertamina membangun penyimpanan tambahan di Eretan, Indramayu dengan kapasitas 10 ribu metrik ton yang akan beroperasi Agustus 2007. Pertamina juga akan membangun tambahan penyimpanan dengan kapasitas 12.000-20.000 metrik ton di Jawa Barat dan Jawa Timur."Idealnya kita punya 50 ribu metrik ton penyimpanan elpiji. Berarti yang kita punya sekarang baru setengahnya," jelas Hanung dalam jumpa pers tentang kelangkaan elpiji di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Selain itu, Pertamina juga akan menyewa kapal semi refrigerator dengan kapasitas 8.000 metrik ton. Kapal ini mampu langsung mengkonversi elpiji refrigerator ke elpiji pressurized. Elpiji tersebut merupakan jenis yang langsung bisa digunakan untuk rumah tangga. Selama ini, elpiji yang diimpor harus dikonversi dulu di Tuban. Dengan kapal ini, elpiji impor bisa langsung dibawa ke daerah yang dituju.Hanung menambahkn, Pertamina tidak melakukan investasi sendiri melainkan mengundang investor untuk membangun penyimpanan elpiji tambahan tersebut."Kita pakai sistem sewa per kilo, berapa yang kita salurkan kita bayar," kata Hanung.
(qom/ir)











































