Pertamina Tanggung Selisih Perbedaan Harga Solar

Pertamina Tanggung Selisih Perbedaan Harga Solar

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2007 15:54 WIB
Jakarta - Pertamina akan menanggung selisih harga akibat perubahan kandungan sulfur dalam solar yang diterapkan pemerintah. Selisih itu mencapai US$ 4-4,5 juta. Hal ini disampaikan Kepala Divisi BBM Djaelani Sutomo disela-sela media briefing Pertamina Way di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (28/3/2007). "Pertamina yang tanggung. Yah..namanya juga bisnis, sudah risiko," ujarnya. Jumlah tersebut merupakan selisih yang terjadi di SPBU daerah Jawa Timur. Menurut Djaelani, selama ini hampir SPBU di semua kawasan Indonesia sebenarnya sudah menggunakan solar dengan sulfur maksimal 3.500 ppm, kecuali Jawa Timur. SPBU di Jawa Timur selama ini masih menggunakan solar impor dengan kandungan sulfur 5.000 ppm. Kontrak impor itu akan berlangsung hingga Juni mendatang. Untuk itu, Pertamina mendapat kelonggoran penerapan sulfur 3.500 ppm hingga Juli 2007. Mulai Juli, solar yang diimpor adalah solar dengan sulfur 3.500 ppm. Terhitung Juli itulah, akan ada selisih biaya dari solar 5.000 ppm ke 3.500 ppm. Menurut Djaleni, perbedaan harga solar impor ini mencapai US$ 1 per barel. Impor solar biasanya didatangkan dari berbagai negara, diantaranya adalah Singapura dan Kuwait. Selama ini volume solar yang diimpor mencapai 4-4,5 juta barel per bulan. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads