Menyiasati Pengecer Gas Nakal

Menyiasati Pengecer Gas Nakal

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2007 16:04 WIB
Jakarta - Disaat pasokan seret, pengecer seringkali nakal dengan menaikkan harga semena-mena. Konsumen pun tak berdaya dibuatnya. Apa yang harus dilakukan konsumen?Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyarankan agar masyarakat menunda pembelian gas elpiji barang 1 atau 2 hari saat harga dinaikkan oleh si pengecer."Kalau ada warung atau toko yang menjual elpiji dengan harga diatas normal, ya jangan beli. Tunggu saja, dalam 1-2 hari juga kembali normal, kan pasokan sudah ditambah," saran Hanung dalam konferensi pers menjelaskan kenaikan harga elpiji di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Hanung menegaskan, penimbunan elpiji tidak mungkin dilakukan agen-agen, berbeda dengan agen minyak tanah."Nggak bisa semudah itu spekulasi di agen. Elpiji itu harus pakai tabung. Tinggal dibandingkan dengan omsetnya. Kalau tabungnya cuma punya 1.000, nggak mungkin omsetnya 5.000," tegasnya.Mengenai lonjakan harga gas elpiji di tingkat pengecer, Hanung menegaskan bahwa Pertamina tidak bisa berbuat apa-apa selain dengan menggelontorkan pasokan."Itu mekanisme pasar, kita nggak bisa berbuat banyak. Kita nggak bisa mengontrol hingga ke tingkatan yang lebih rendah dari agen. Selama ini kita mematok harga Rp 4.250, itu harga hingga agen," ujarnya. Pertamina juga tidak mungkin melakukan operasi pasar karena pengadaan elpiji tidak bisa secara curah seperti halnya minyak tanah. Elpiji sangat tergantung pada ketersediaan tabung."Elpiji itu tidak sama dengan minyak tanah yang bisa ditaruh di ember. Elpiji sangat tergantung pada tabung," ujarnya. Menurutnya, yang bisa dilakukan Pertamina adalah dengan menambah pasokan dibanding biasanya. Penambahan pasokan akan dilakukan hingga harga elpiji kembali normal. Pertamina menggelontorkan pasokan elpiji hari ini lebih banyak dari kebutuhan biasanya. Di Jakarta dipasok elpiji 30% lebih banyak dari biasanya, 1.100 matrik ton. Sedangkan di Bandung dipasok elpiji 25% lebih banyak dari biasanya, 280 matrik ton. Diharapkan 3- 4 hari kedepan harga bisa pulih kembali. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads