Masakan Indonesia 'Dicuri'
Rabu, 28 Mar 2007 16:57 WIB
Jakarta - Bagaimana rasanya jika sesuatu yang kita miliki tapi ternyata telah diserobot dan diaku oleh orang lain, tentunya menjengkelkan dan membuat geram. Itu pulalah yang yang dirasakan oleh Ibu Ning Sudjito, Ketua Umum Asosiasi Jasa Boga Indonesia, ketika mengetahui masakan asli Indonesia sudah dipatenkan oleh negara lain."Saya sedih bercampur marah ketika saya ikut pameran diluar negeri stan-stan negara lain memamerkan masakan asli Indonesia dan itu diaku sebagai buatan warisan budaya mereka, bahkan beberapa sudah ada yang dipatenkan," keluh Ning, ketika berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Ning menuturkan, masakan-masakan asli Indonesia seperti Sate pake Terasi sudah dipatenkan oleh Singapura, Rendang dari Padang diaku menjadi milik Malaysia, Tahu dipatenkan oleh Thailand, Tempe telah dipatenkan Jepang dan masakan seperti Soto Betawi dipatenkan Malaysia."Ini kalau tidak cepat masakan Indonesia dipatenkan akan diaku negara lain, masih banyak masakan khas Indonesia, seperti pecel, gudeg, tengkleng, lontong cap gomeh dan lainnya yang belum diaku oleh negara lain," ungkap Ning.Namun Ning menyayangkan sikap pemerintah yang kurang tanggap dengan masalah ini. Bahkan pemerintah dinilai mempersulit dalam proses pematenan masakan Indonesia, karena tingginya biaya paten.Ning kini tengah menyiapkan sebanyak 1001 resep nusantara yang akan dijadikan brand masakan Indonesia."Katanya biaya paten itu Rp 1 juta, itukan sangat mahal apalagi dikali 1001 resep, saya sudah bilang ke Menperin, dan beliau bilang akan diberikan diskon 50 persen untuk paten," kata Ning.Dilanjutkan Ning, ia juga akan melobi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu agar biaya paten tersebut dapat dibebaskan."Inikan untuk kepentingan bangsa, sehingga nama patennya bukan nama pribadi tapi pakai nama negara," tukas Ning.Menurut Ning, resep yang dipatenkan negara lain itu diperoleh dari TKI yang bekerja di luar negeri."Mereka sering ke Indonesia, dan tahu masakan mana yang diminati, dan TKI yang bekerja disana, kalau bosnya bilang masak masakan ini, mereka tidak tahu kalau resepnya diambil," tutur Ning.
(hdi/ir)











































