Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2007 Hanya 6,1 Persen

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2007 Hanya 6,1 Persen

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2007 18:57 WIB
Jakarta - Kendati menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3 persen, namun pemerintah mengakui bahwa angka yang realistis hanya 6,1 persen. Butuh kerja keras untuk mencapai pertumbuhan 6,3 persen.Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat kabinet paripurna membahas rencana kerja pemerintah tahun 2008 di kantor Setneg, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Sri Mulyani menjelaskan, untuk pertumbuhan ekonomi 2008, pemerintah menargetkan angka 6,8 persen. Asumsi makro untuk tahun 2008 adalah inflasi sebesar 6 persen, atau turun dibandingkan perkiraan inflasi 2007 sebesar 6,5-7 persen.Sementara nilai tukar rupiah diprediksi stabil pada kisaran Rp 9.300 per dolar AS pada tahun 2007-2008. Demikian pula suku bunga SBI 3 bulan akan berada di kisaran 8-8,5 persen pada tahun 2007-2008. Harga minyak yang akan digunakan untuk merancang APBN 2008 adalah US$ 57 per barel, dengan asumsi produksi sebesar 1,034 juta barel per hari. Sri Mulyani juga membeberkan, perekonomian Indonesia di tahun-tahun mendatang masih menghadapi sejumlah kendala seperti risiko pertumbuhan ekonomi dunia, masih adanya bencana alam dan kemampuan pemerintah merealisair prosyek infrastruktur, pergerakan harga minyak dan komoditi.Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada 2007, menurut Sri Mulyani, yang harus dikejar adalah pertumbuhan komsumsi rumah tangga 5,1 persen, konsumsi pemerintah 8,9 persen, investasi 12,3 persen, ekspor 9,9 persen dan impor 4,2 persen. Sedangkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tahun 2008 sebesar 6,8 persen, maka dibutuhkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 5,9 persen, belanja pemerintah 6,2 persen, investasi 15,5 persen, ekspor 12,7 persen dan impor 17,8 persen. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads