Defisit APBN 2008 Ditargetkan 1,7 Persen
Rabu, 28 Mar 2007 19:00 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan defisit APBN 2008 sebesar 1,7 persen dari PDB atau senilai Rp 73,1 triliun. Hal itu disebabkan karena meningkatnya belanja kementerian dan lembaga, selain juga adanya alokasi dana bencana.Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat kabinet paripurna membahas rencana kerja pemerintah tahun 2008 di kantor Setneg, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Dalam APBN 2007, menurut Sri Mulyani ada tambahan defisit karena meningkatnya pengeluaran akibat bencana alam. Defisit APBN tahun 2007 diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 persen dari PDB. Angka itu berarti melampaui desain defisit pemerintah semula yang hanya 1,1 persen."Kita masih monitoring penerimaan dan pengeluaran," ujar Sri Mulyani. Dari sisi penerimaan pada tahun 2007 akan berkurang karena ada restitusi sebesar Rp 12 triliun, carry over subsidi dan target produksi beras 2 juta ton.Secara total, pendapatan dalam APBN 2007 mencapai Rp 723,1 triliun, belanja Rp 763,6 triliun. Sementara di tahun 2008 pendapatan diperkirakan mencapai Rp 753,8 triliun, belanja Rp 826,9 triliun."Secara total belanja kementerian dan lembaha meningkat cukup besar, namun untuk itu pemerintah akan menekankan pada kualitas belanjanya bukan hanya kuantitasnya," tandas Menkeu Sri Mulyani.
(hdi/qom)











































