RUU PM Sah, RI Terjajah
Kamis, 29 Mar 2007 10:05 WIB
Jakarta - DPR akan mengesahkan RUU Penanaman Modal (PM) Kamis siang ini. RUU yang ditunggu-tunggu kalangan investor dan pengusaha ini justru dikecam oleh ormas. Ketidakpuasan itu muncul dari berbagai kalangan, antara lain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sekitar 300 aktivis HTI pun menggelar unjuk rasa."RUU PMA sah, Indonesaia terjajah." Bunyi salah satu bunyi poster yang mereka bawa ke depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2007). Demo mulai digelar sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 09.30 WIB, aksi masih berlangsung.Selain itu, dibawa pula poster bertuliskan "Tolak penanaman modal asing, terapkan syariah". Spanduk besar bertuliskan "RUU PMA Membantu Penjajahan di Indonesia" pun dibentangkan."Kami menolak RUU PMA karena RUU ini bentuk kapitalisasi. Dengan RUU ini akan menimbulkan privatisasi. Misalnya untuk Pertamina, ketika RUU ini nanti disahkan, posisi Pertamina akan dikerdilkan sehingga pihak asing akan bermain di sini. Akibatnya BBM naik," ujar jubir HTI Faris Wajdi.Dalam aksinya, pendemo yang didominasi kaum perempuan ini meneriakkan takbir dan yel-yel. "Selamatkan Indonesia dengan syariah. Allahuakbar!" teriak mereka.Aksi tersebut tidak menimbulkan kemacetan di sekitar Jl Gatot Soebroto. Arus kendaraan ramai lancar. Beberapa petugas keamanan tampak berjaga di sekitar pagar gedung. Seorang polisi terlihat mengatur lalu lintas. Rapat paripurna DPR untuk mengesahkan RUU PM akan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak 2 pekan lalu, demo menolak RUU PM cukup gencar.
(nvt/ir)











































