Garap PLTN Pertama, RI Gandeng Negara Unggulan Nuklir

Garap PLTN Pertama, RI Gandeng Negara Unggulan Nuklir

- detikFinance
Kamis, 29 Mar 2007 12:38 WIB
Jakarta - Indonesia akan menggandeng sejumlah negara yang unggul di bidang nuklir untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertamanya. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional Taswanda Taryo pada media briefing tentang Indonuclear 2007 di Kantor Menristek, Jakarta, Kamis (29/3/2007)."Yang termasuk leading bisa dari Eropa, Perancis, Jerman, Amerika. Bisa juga Jepang dan Korea, ataupun Rusia," ujarnya. Kerjasama ini akan meliputi bidang teknologi dan keuangan. Namun kerjasama ini masih harus menunggu keputusan dari presiden soal pembentukan Nuclear Energy Planning Implementation Organization (NEPIO). NEPIO ini nantinya akan menentukan siapa pemilik PLTN yang akan dibangun. Selanjutnya, pemilik PLTN akan menunjuk siapa vendornya. Diharapkan, persetujuan dari presiden itu bisa selesai dalam sebulan. Sebagai langkah awal, PLTN ini akan dibangun dengan Tunkey Approach, yang artinya pembangunan ditenderkan satu paket. Investor harus membawa uang dan bahan (uranium) sendiri. Namun ditargetkan pada 2030, lebih dari 50% komponen PLTN bisa menggunakan produk lokal. Untuk pembangunan 2 PLTN pertama di Jepara, Jawa Tengah, total investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 30 miliar, atau US$ 1,5 miliar per satu PLTN. (lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads