Perang Iran Berpotensi Sebabkan Harga BBM Naik

Perang Iran Berpotensi Sebabkan Harga BBM Naik

- detikFinance
Jumat, 30 Mar 2007 13:17 WIB
Perang Iran Berpotensi Sebabkan Harga BBM Naik
Jakarta - Jika konflik di Iran berakhir dengan perang, maka rakyat Indonesia bisa kena dampaknya. Konflik Iran dikhawatirkan bisa memicu pemerintah menaikkan harga BBM.Kekhawatiran tersebut dicetuskan oleh Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo di sela-sela Breakfast Meeting Menperin dan Pengusaha Industri, di Departemen Perindustrian, Jl.Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/3/2007).Saat wartawan asyik mewawancara tentang industri otomotif, tiba-tiba Bambang bertanya ke wartawan. "Ada perang Iran nggak ya, kira-kira?" tanyanya kepada wartawan yang hanya bisa terbengong.Bambang terus berbicara tentang konflik di Iran, yang dikhawatirkan bisa mendorong harga minyak ke level US$ 70 per barel. "Dengan adanya penyerbuan, bisa celaka kita. Bisa-bisa pemerintah naikin harga BBM lagi, hancurlah industri otomotif," ujarnya prihatin. Kekhawatiran Bambang cukup beralasan mengingat industri BBM hingga kini belum juga pulih setelah pemerintah menaikkan harga BBM Oktober 2005 lalu. "Yang kemarin saja penjualannya sudah sangat dihantam. Jadi jangan sampai ada perang di dunia ini," harapnya.Bambang juga tidak terlalu antusias saat ditanya mengenai penjualan mobil yang masih saja stagnan hingga kini. Menurut Bambang, angka penjualan mobil belum bisa tembus 30 ribu unit per bulan. "Ya sekitar 26-27 ribu per bulan," ujarnya tanpa antusias. (qom/nks)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads