Pemerintah Masih Berhitung Dampak Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Masih Berhitung Dampak Kenaikan Harga Minyak

- detikFinance
Jumat, 30 Mar 2007 13:45 WIB
Jakarta - Pemerintah belum bisa menghitung berapa jumlah subsidi BBM yang akan ditambah akibat meningkatnya harga minyak mentah dunia.Ketegangan di Iran memicu tingginya harga minyak mentah dunia. Pada penutupan perdagangan kamis, 29 Maret 2007 harga minyak mencapai US$ 67 per barel.Sementara dalam Anggaran Perencanaan Belanja Negara (APBN) 2007, pemerintah mematok harga minyak sebesar US$ 63 per barel."Kita belum sampai kesitu, karena kalau harga minyak meningkat pendapatan juga meningkat," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/3/2007).Dilanjutkan Purnomo, pemerintah juga tidak bisa memprediksi kenaikan harga minyak tersebut untuk melakukan perhitungan terhadap beban subsidi."Kalau masalah politik sulit diprediksi, karena masalah politik bisa naik turun setiap saat. Lain kalau itu kondisi supply dan demand," jelas Purnomo.Menurut Purnomo, antisipasi yang harus dilakukan pemerintah terhadap lonjakan harga minyak tersebut adalah berupaya untuk melakukan penghematan BBM, agar subsidi yang ditanggung pemerintah juga tidak terlalu berat."Kita minta supaya terjadi penghematan, supaya subsidinya berkurang, bukan karena harga tapi karena penghematan," ujar Purnomo.Sebelumnya diprediksi harga minyak akan turun dikisaran US$ 55 hingga 60 per barel, karena turunnya permintaan akibat pertumbuhan ekonomi yang melemah."Tapi dengan situasi yang seperti ini, dia akan melonjak. Sekarang sudah diatas US$ 65 per barel, tapi kita tdak tahu berapa lama," ujarnya. (hdi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads