Defisit 2007 Ditambal Utang

Defisit 2007 Ditambal Utang

- detikFinance
Sabtu, 31 Mar 2007 14:58 WIB
Jakarta - Pemerintah masih mengandalkan instrumen utang untuk menambal defisit APBN 2007 yang diprediksi meningkat menjadi 1,5 persen. Semula, defisit APBN 2007 hanya dipatok 1,1 persen.Namun menurut Menkeu Sri Mulyani, banyak kejadian yang menguras tenaga dan dana pemerintah. Misalnya adalah gempa di Padang dan juga banjir di Jakarta."Mudah-mudahan tidak ada lagi," ujar Sri Mulyani saat bertemu dengan pimpinan sejumlah media massa di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/3/2007) malam.Beban APBN juga bertambah dengan adanya carry over subsidi PLN pada tahun 2007. Dan untuk menggerakkan perekonomian, maka pemerintah memilih membiarkan defisit bertambah."Presiden meminta agar defisit dibawah 2 persen," tambahnya.Depkeu pun menyiapkan berbagai langkah untuk menutup defisit tersebut, disamping menyaring berbagai belanja yang tidak penting.Surat utang pun menjadi andalan. "Kalau dilihat, issuance kita tahun ini cukup tinggi. ORI dan SUN yang kita ambil cukup besar," katanya.Selain bermanfaat menambal defisit, penerbitan obligasi negara tersebut juga cukup bermanfaat untuk menyedot likuiditas yang cukup membanjir di masyarakat."Likuiditas kita luar biasa banyak. Pak Burhanuddin cukup kesusahan tentang likuiditas di masyarakat," tambahnya.Selain obligasi lokal, pemerintah juga menerbitkan obligasi global. Namun menurut Sri Mulyani, dengan melihat praktek di negara lain, penerbitan obligasi global cukup dilakukan setahun sekali."Obligasi internasional kita batasi setahun sekali. Kemarin yang kita terbitkan US$ 1 miliar, penawarannya bisa mencapai US$ 3 miliar. Tapi tidak kita ambil semua," ungkapnya.Menurut Sri Mulyani, langkah itu dilakukan karena pemerintah ingin menjaga risiko valas dan suku bunga. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads