Program Intensifikasi Pertanian Digenjot
Sabtu, 31 Mar 2007 17:01 WIB
Jakarta - Selain mengeluarkan kebijakan harga beras dan gabah, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan non harga berupa program intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan stabilitas harga beras dan gabah.Demikian diungkapkan Menko Perekonomian Boediono usai rapat dengan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Dirut Bulog di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (31/3/2007)."Intensifikasi dilakukan dengan mendorong dan memfasilitasi penggunaan benih padi unggul bersertifikat, menggunakan pupuk berimbang dan memfasilitasi pengurangan kehilangan pasca panen padi," jelas Boediono.Terkait dengan peningkatan produksi dan produktivitas, pemerintah juga akan mengurangi laju penurunan luas lahan irigasi teknis, fasilitas rehabilitasi lahan, dan penghijauan daerah tangkapan air serta rehabilitasi jaringan irigasi utama.Sementara Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan, dengan program intensifikasi tersebut, ditargetkan tahun ini produksi gabah kering giling per hektar bisa meningkat menjadi 5 ton dibandingkan dengan sebelumnya 4,6 ton per hektar."Tahun ini kalau bisa sampai 5 ton gabah kering giling per hektar dengan berkembangnya padi hibrida dan padi unggulan," ujar Anton.Total produksi padi tahun ini diharapkan juga lebih tinggi dari angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 53,3 juta ton."Produksi beras menurut angka ramalan BPS 53,3 juta ton tapi target kita 58,1 juta ton. Kedepannya target juga akan ditingkatkan 5 persen per tahun," kata Anton.
(ir/ir)











































