Efektifitas Bulog Serap Beras Petani Diragukan

Efektifitas Bulog Serap Beras Petani Diragukan

- detikFinance
Minggu, 01 Apr 2007 14:56 WIB
Jakarta - Efektifitas Bulog menyerap gabah dan beras petani diragukan. Tujuan memberi harga tinggi ke petani pun masih dipertanyakan. Kenaikan HPP tidak akan banyak menguntungkan petani.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Iman Sugema ketika dihubungi detikFinance, Minggu (1/4/2007)."Supaya beras bisa masuk, Bulog harus punya harga lebih baik dari tengkulak. Walau harga naik, tapi itu kan harga yang masuk gudang Bulog. Bukan harga yang diterima petani. Saya nggak begitu yakin, dengan asumsi masih akan seperti sebelumnya," ujarnya.Menurut Iman, kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) tidak berdampak signifikan pada petani. Jika pembelian dilakukan terhadap pengumpul, maka mereka lah yang akan mendapat HPP. Sedangkan pengumpul akan membeli gabah maupun beras dengan harga yang lebih rendah dari HPP ke petani. "Jadi yang diterima petani tidak sebesar kenaikan HPP," ujarnya.Iman menambahkan, seharusnya Bulog terjun langsung ke petani dan meminimalisir pembelian dari pengumpul. Misalkan dengan membeli beras langsung di daerah-daerah yang berproduksi tinggi (lumbung). Dengan begitu, para pengumpul di daerah lumbung akan bersaing dengan Bulog mendapatkan beras. Jika tidak mendapatkan beras yang cukup, pengumpul akan mencari pasokan ke daerah-daerah lainnya.Di daerah lainnya ini pengumpul akan bersaing dengan pengumpul lainnya mendapatkan beras dari petani di daerah tersebut. Kompetisi harga pun akan terjadi diantara pengumpul.Mereka akan berlomba-lomba menawarkan harga yang tinggi pada petani. Cara ini menurut Iman akan mengkatrol harga gabah maupun beras di daerah yang bukan lumbung."Walau tidak semua daerah, tapi fokus ke sentra-sentra yang jadi lumbung seperti Karawang dan Subang. Ini bisa mengkatrol harga daerah yang lain," ujarnya. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads