Harga Makanan dan Minuman Mewah akan Naik 5-15%
Senin, 02 Apr 2007 13:42 WIB
Jakarta - Kalangan pengusaha makanan dan minuman berencana menaikan kembali harga makanan dan minuman yang tergolong mewah sebesar 5-15 persen. Menurut Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan, kenaikan harga ini terpaksa dilakukan karena dampak kenaikan harga BBM industri bulan ini.Demikian disampaikan Thomas disela-sela pameran industri makanan dan minuman yang digelar di lobi Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/4/2007). GAPMMI juga menyadari saat ini bukan saat yang tepat untuk menaikkan harga karena daya beli masyarakat masih belum pulih. Oleh karena itu harga makanan dan minuman yang akan dinaikkan hanya yang dikonsumsi oleh orang kaya."Kita naikkan harga untuk barang-barang yang dikonsumsi orang kaya saja. Makanan dan minuman yang dikonsumsi orang kaya contohnya susu, minuman isotonik, mie instan jenis mahal, makanan olahan dan lainnya," kata Thomas.Menurutnya kalangan industri makanan dan minuman juga telah berusaha menyiasati mahalnya beban BBM dengan beralih ke batubara. Namun hanya beberapa yang bisa melakukan konversi karena investasi yang dibutuhkan cukup mahal. Thomas mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk membangun boiler berkapasitas batubara 10 ton mencapai sekitar Rp 6 miliar. "Tapi dengan cara itu mereka bisa saving energi kira-kira sebulan bisa menghemat Rp 600 juta," ujarnya.GAPMMI juga meminta pemerintah menegur Pertamina karena terus-menerus menaikkan harga BBM."Kami minta pemerintah menegur Pertamina karena harga BBM naik terus, rencananya harga gas bulan Desember juga akan naik. Ini membuat cost-nya agak berat," kata Thomas.
(ard/ir)











































