Pemerintah Izinkan Ekspor Pupuk Urea 512 Ribu Ton
Senin, 02 Apr 2007 14:03 WIB
Jakarta -
Pemerintah akhirnya membuka keran ekspor pupuk urea tahun ini sebesar 512 ribu ton. Sebelumnya izin ekspor pupuk dipersulit karena pemerintah ingin mencukupi kebutuhan pupuk dalam negeri."Sudah ada rekomendasi kita soal ekspor pupuk, rekomendasi Depperin 600 ribu ton, tapi dari Departemen Perdagangan (Depdag) hanya 512 ribu ton. Kelihatannya dalam pertemuan terakhir sudah oke sekitar 500 ribuan ton," kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Depperin, Benny Wahyudi.Hal itu diungkapkan Benny, dalam sambutannya di acara pameran industri makanan dan minuman di lobi Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/4/2007).Secara terpisah saat dihubungi lewat telepon, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida membenarkan adanya izin ekspor pupuk urea. "Keputusan itu diambil dalam rapat bersama di kantor Menko Perekonomian sekitar seminggu lalu, hadir dalam pertemuan itu Deptan, Depperin dan BUMN pupuk keputusannya 512 ribu ton," kata Diah.Sementara Ketua Dewan Tani Indonesia, Ferry Juliantono menilai, permintaan ekspor hanya akal-akalan pabrik pupuk."Gejala itu sudah terlihat beberapa bulan lalu atau sejak awal tahun, padahal sudah ada kesepakatan prioritas kebutuhan pupuk itu harus untuk konsumsi dalam negeri," kata Ferry.Dia juga membantah adanya penumpukan stok pupuk urea di gudang pabrik. Karena itu alasan oversupply, menurut Ferry, tidak bisa dijadikan dasar pembukaan ekspor pupuk."Selama ini masalah pupuk bukan karena ketimpangan suplai dan kebutuhan saja, tapi justru jalur distribusi yang kacau," ujar Ferry.Berdasarkan data Depperin, kebutuhan pupuk urea untuk tanaman pangan sekitar 4,5 juta ton, dan masih ada cadangan 200 ribu ton untuk 12 juta lahan hektar tanaman pangan.Sedangkan produksi pupuk urea 2006 mencapai 5,5 juta ton dengan permintaan kebutuhan mencapai 5,3 juta ton. Kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah diperkirakan akan kembali memicu tingginya permintaan pupuk.
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































