Penumpang Pesawat Anjlok 23,5%

Kecelakaan Marak

Penumpang Pesawat Anjlok 23,5%

- detikFinance
Senin, 02 Apr 2007 15:18 WIB
Jakarta - Sepanjang Februari 2007, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan anjlok hingga 23,5 persen. Namun diperkirakan turunnya jumlah penumpang ini akan segera pulih."Indonesia ini masih masyarakat pelupa. Karena sudah menjadi kebutuhan, maka dalam beberapa bulan mendatang akan kembali normal," kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam konferensi pers dikantornya, Jakarta, Senin (2/4/2007).Rusman menyebutkan, ada dua faktor yang menyebabkan jumlah penumpang udara turun drastis hingga 23,5 persen. Pertama, karena faktor psikologis akibat banyaknya kecelakaan. Kedua, faktor musimam. "Ini lagi low seasons dibanding Januari," jelas Rusman.Dalam data bulanan yang dirilis pada hari ini, BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Februari 2007 mencapai 1,64 juta orang atau turun 23,50 persen dibanding bulan Januari 2007. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 412,2 orang atau turun 15,71 persen. Selama Januari- Februari 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 3,79 juta orang, turun 15,20 persen. Sebaliknya, jumlah penumpang internasional mencapai 912,4 ribu orang naik 14,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.Jumlah penumpang kereta api bulan Februari 2007 mencapai 10,97 juta orang, yang berarti turun 21,42 persen dibanding bulan Januari 2007 dan jumlah barang yang diangkut kereta api turun 14,21 persen menjadi 1,25 juta ton. Selama Januari-Februari 2007, jumlah penumpang mencapai 24,93 juta orang atau naik 4,93 persen dan jumlah barang mencapai 2,71 juta ton atau naik 0,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Februari 2007 tercatat sebesar 471,22 ribu orang atau turun 22,31 persen dibanding bulan Januari 2007. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut naik 18,89 persen menjadi 14,49 juta ton. Selama Januari-Februari 2007, jumlah penumpang mencapai 1,08 juta orang atau turun 59,70 persen dan jumlah barang mencapai 26,68 juta ton atau turun 9,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads