Banjir, Ekspor Februari Turun

Banjir, Ekspor Februari Turun

- detikFinance
Senin, 02 Apr 2007 15:25 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia bulan Februari 2007 kembali turun. Ekspor pada Februari mencapai US$ 8,32 miliar atau turun tipis 0,44 persen dibanding Januari 2007. Ekspor non migas juga turun 0,14 persen menjadi US$ 6,68 miliar dibanding Januari 2007. Kepala BPS Rusman Heriawan menilai penurunan ekspor ini masih dalam koridor yang wajar terkait terjadinya banjir besar yang melanda Jakarta awal Februari lalu."Pada bulan Februari banjir melanda Jakarta sehingga akses dari dan ke pelabuhan utamanya pelabuhan Tanjung Priuk sangat terganggu," kata Rusman dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/4/2007).Menurutnya, gara-gara banjir ekspor dari Tanjung Priuk mengalami penurunan 7,5 persen. Padahal porsi ekspor Tanjung Priuk terhadap ekspor nasional cukup besar mencapai 26 persen."Kalau Tanjung Priok terganggu, ekspor nasional terganggu," ujarnya. Faktor kedua yang membuat nilai ekspor bulan ini turun adalah pendeknya bulan Februari dimana hanya terdapat 28 hari. Menurut Rusman jumlah hari dalam satu bulan juga sangat berpengaruh."2-3 hari untuk ekspor itu cukup berarti," tambahnya.Secara kumulatif nilai ekpor Januari hingga Februari 2007 mencapai US$ 416,67 miliar atau meningkat 11,47 persen dibanding periode yang sama 2006. Ekspor non migas secara kumulatif Januari Februari mencapai 13,72 miliar atau naik 19,39 persen.Peningkatan ekspor non migas terbesar terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 158,1 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 52 juta. Jepang masih merupakan negara tujuan ekspor non migas terbesar sebesar US$ 915,5 juta disusul Amerika Serikat US$ 842,1 juta dan Singapura US$ 648,4 juta.Ketika ditanya apakah target pemerintah ekpor tahun ini minimal tumbuh 20 persen dapat tercapai, Rusman menjawab, "Itu bisa dicapai tapi memang menjadi berat," ujarnya.Sementara itu nilai impor Indonesia selama februari 2007 juga mengalami penurunan 11,07 persen dibanding impor Januari 2007 menjadi US$ 4,663 miliar. Hal ini lebih disebabkan oleh penurunan impor migas dan non migas masing-masing sebesar 20,84 persen dan 7,65 persen menjadi US$ 283,8 juta dan US$ 296,9 juta. Penurunan impor migas disebabkan penurunan impor minyak mentah dan hasil minyak sebesar US$ 298,2 juta atau 34,12 persen dan US$ 85,6 juta atau 10,96 persen. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads