Mesir Tawarkan Kompromi Pengenaan BMAD Ban RI
Selasa, 03 Apr 2007 15:26 WIB
Jakarta - Pertemuan antara pemerintah Indonesia dan Mesir tak luput dari pembicaraanseputar rencana pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap ban asal Indonesia sebesar 40 persen di Mesir. Pemerintah Mesir menyatakan masih terbuka peluang kompromi apabila pihak Indonesia mau bekerjasama dalam investigasi."Ada tim dari Mesir yang datang kesini untuk melihat dari sisi Indonesiadan mencari solusi kompromi yang mungkin dapat diterima oleh kedua belahpihak," ungkap Menteri Kerjasama Internasional Republik Arab Mesir FayzaAbulnaga dalam acara Indonesia-Mesir Business Council di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/4/2007).Mesir berencana mengenakan bea masuk 40 persen bagi ban asal Indonesia karena menganggap Indonesia melakukan dumping. Produk ban Indonesia menguasai 40 persen pasar ban di Mesir karena harga jual yang murah.Menurut Fayza tim Deperindag asal Mesir sudah tiba beberapa hari sebelumkedatangannya untuk melakukan investigasi."Dalam hubungan apapun isu dumping selalu muncul dalam liberalisasi menuju hubungan dagang yang fair," tambah Fayza.Di sisi lain, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta pemerintahMesir menerapkan perlakukan yang adil dalam melakukan investigasi kepadaprodusen ban asal Indonesia."Kita minta fair treatment jangan sampai tuduhan itu menggangguperdagangan kita. Hingga saat ini ekspor ban kita ke sana belum terganggguoleh rencana pengenaan BMAD itu," jelas Mari.
(arn/ir)











































