HPP Naik, Sewa Lahan dan Upah Petani Ikutan
Selasa, 03 Apr 2007 16:34 WIB
Jakarta -
Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras secara psikologis bisa menaikkan sewa lahan dan biaya tenaga kerja. Kenaikan 2 faktor ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi padi. Pemerintah akan berupaya menahan agar dua faktor produksi itu tidak naik. Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian Bayu Krisnamurthi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (3/4/2007). "Sewa lahan suplainya kan tetap, jadi memang karena efek psikologis dari kenaikan HPP sendiri. Kalau tenaga kerja, ya begitu kalau harga berasnya naik mereka akan menyesuaikan di upah. 2 faktor ini dicermati jangan sampai naik. Mudah-mudahan tidak naik, kita usahakan," ujarnya. Namun pemerintah kesulitan untuk menahan agar tidak naik, soalnya tidak ada instrumen yang bisa menekan biaya sewa lahan dan tenaga kerja tidak naik. "Buruh tani kan tidak masuk UMR, jadi kita tidak bisa mempengaruhi, harga lahan sangat ditentukan transaksi antara pemilik lahan dengan para petani," ujarnya. Untuk itulah instrumen kebijakan di daerah lokal menjadi hal penting, untuk bisa memastikan kenaikan HPP ini tidak mentransfer kenaikan sewa lahan dan tenaga kerja. "Pasar tenaga kerja di pedesaan itu harus kita cermati," ujarnya.
(ddn/qom)










































