Perdagangan RI-Mesir Ditargetkan Capai US$ 1 Miliar
Selasa, 03 Apr 2007 17:11 WIB
Jakarta - Indonesia dan Mesir menargetkan total perdagangan kedua negara pada tahun 2010 mencapai US$ 1 Miliar. Angka ini didapat dengan mempertimbangkan perdagangan kedua negara yang terus tumbuh. Pada tahun 2004 total perdagangaan hanya US$ 182 juta sedangkan pada 2006 mencapai US$ 363 juta.Demikian disampaikan Ketua Umum Kadin Ms Hidayat diacara Indonesia-Mesir Business Council di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, selasa (3/4/2007)."Indonesia dan Mesir memiliki tradisi lama dalam hal solidaritas dan kerjasama maka saya yakin tiga tahun kedepan perdagangan bilateral dapat dengan mudah dicapai minimal US$ 1 juta," kata Hidayat.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, Mesir akan dijadikan gerbang masuk ekspor ke kawasan Uni Eropa dan Afrika Timur bahkan tak menutup kemungkinan terbentuknya Free Trade Area (FTA). Sedangkan Indonesia bagi Mesir merupakan pintu masuk ke negara Asia danCina."Ketidakseimbangan neraca perdagangan Indonesia-Mesir dimana Indonesia selalu surplus akan dibicarakan. Ekspor kita diantaranya katun, bahan bangunan, farmasi, fosfor, CPO, teh dan kopi. Karena Mesir punya FTA dengan Eropa bisa buka peluang ekspor RI ke pasar Eropa," tambah Mari.Selain itu minat investasi asal Indonesia ke Mesir besar salah satunya Indorama yang telah menginvestasikan bangun pabrik di Mesir. Selain itu pengusaha Mesir pun juga ada yang menanamkan investasi furniture rotan di Cirebon.Menteri kerjasama internasional Republik Arab Mesir Fayza Aboulnaga mengatakan, hubungan yang berkelanjutan harus dijalankan dengan cara menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara dengan win-win solution. "Tidak ada alasan kita tidak melakukan bisnis bersama. Mesir investasi tekstil dan produk tekstil, furniture, agriculture, konstruksi, teknologi informasi, perikanan dan farmasi," kata Fayza.
(arn/ir)











































