Lengser dari Jamsostek, Iwan Pontjo Gabung ke Sampoerna
Rabu, 04 Apr 2007 12:45 WIB
Jakarta - Apa kabar Iwan Pontjowinoto? Setelah lengser dari kursi Jamsostek pertengahan Februari lalu, kiprah Iwan Pontjo nyaris tak terdengar lagi. Iwan Pontjo ternyata telah bergabung dengan Sampoerna.Namun Sampoerna ini bukanlah perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia PT HM Sampoerna Tbk, melainkan Sampoerna School of Business and Management Institute Teknologi Bandung (SBM-ITB), yang baru saja membuka program terbarunya yakni Executive MBA in Energy Management.Dekan Sampoerna SBM-ITB Surna Tjahja Djajadiningrat pun berkisah tentang awal mula bergabungnya mantan Dirut Jamsostek itu sebagai pengajar di Sampoerna SBM-ITB itu."Ya, saya senang kawan-kawan lama saya mau gabung seperti Iwan Pontjo. Setelah tidak jadi Dirut Jamsostek lagi dia datang ke saya. Dia bilang 'pak, saya mau gabung'. Saya sih Alhamdulillah," cerita Surna.Iwan Pontjo yang hadir pun langsung menimpali, "Sudah sadar sekarang saya pak."Dalam acara peluncuran Executive MBA in Energy Management Sampoerna School of Business and Mangement-ITB di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu (4/4/2007) tersebut hadir pula Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Dirjen Minerba Simon F Sembiring, Dirjen LPE J Purwono.Program MBA tersebut akan mengkaji soal kasus-kasus pertambangan dan perminyakan. Adanya lembaga ini diharapkan bisa membantu pemerintah untuk memecahkan berbagai masalah pertambangan dan perminyakan, sehingga tak perlu lagi memanggil ahli dari universitas luar negeri. Kasus-kasus tersebut akan menjadi bahan diskusi mahasiswa Executive MBA in Energy Management Sampoerna School of Business and Mangement-ITB.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memang menjanjikan akan berkontribusi dalam program ini. Caranya dengan menyumbang kasus-kasus energi dalam negeri untuk dibahas. "Kita siapkan case resource dari kita. Minyak, listrik, gas. Kita ini negara antah berantah, jadi ini juga membantu kita dalam membahas banyak hal," ujarnya dalam sambutan. Menurut Dekan Sampoerna SBM-ITB Surna Tjahja Djajadiningrat program ini akan bersaing dengan kompetitor global seperti Univertas NTU (Nanyang Technological University) Singapura. Selain itu peserta program ini juga akan terdiri dari regulator dan operator perusahaan. "Supaya punya visi yang sama," ujarnya. Program senilai Rp 75 juta ini bisa diikuti oleh mereka yang sarjana dari disiplin ilmu apapun. Syaratnya antara lain Toefl minimal 475 dan GMAT-like 350 dengan pengalaman kerja 3 tahun.
(qom/ir)











































